Hansi Flick Akui Barcelona Belum Selevel dengan PSG Usai Kekalahan di Liga Champions

Pelatih Barcelona Hansi Flick menegaskan timnya masih tertinggal dari PSG. Namun, ia optimistis Barcelona bisa berkembang dan bersaing di level tertinggi.

oleh Aga Deta AndityaDiterbitkan 02 Oktober 2025, 08:54 WIB
Pelatih Barcelona, Hansi Flick, berbicara kepada Ferran Torres saat laga Liga Champions melawan Paris Saint-Germain (PSG) di Estadi Olimpic Lluis Companys, Barcelona, Kamis (2/10/2025) dini hari WIB. (Lluis Gene/AFP) AFP

Liputan6.com, Jakarta Barcelona harus mengakui keunggulan Paris Saint-Germain dalam lanjutan Liga Champions. Bermain di Olimpiade Lluis Companys, Blaugrana kalah tipis 1-2 dari juara bertahan pada Kamis (2/10/2025) dini hari WIB.

Ferran Torres sempat membuka asa lewat gol cepat di awal laga. Namun, PSG mampu membalas lewat Senny Mayulu sebelum Goncalo Ramos memastikan kemenangan di menit akhir.

Hasil ini menjadi kekalahan pertama Barcelona di semua kompetisi musim ini. Sementara PSG melanjutkan catatan sempurna dengan dua kemenangan dari dua laga Liga Champions.

Pelatih Hansi Flick menegaskan timnya masih tertinggal dari PSG. Namun, ia optimistis Barcelona bisa berkembang dan bersaing di level tertinggi.


Flick Akui PSG Masih Selangkah Lebih Maju

Vitinha berduel memperebutkan bola dengan Dani Olmo dalam laga pembuka Liga Champions antara Barcelona dan PSG di Lluis Companys Olympic Stadium, 1 Oktober 2025. (AP Photo/Emilio Morenatti)

Flick menyadari timnya belum berada pada level yang sama dengan PSG. Ia menganggap laga ini menjadi pelajaran berharga bagi Barcelona.

Menurutnya, kualitas PSG terlihat jelas sepanjang pertandingan. Flick menyebut Barcelona harus terus berbenah agar bisa mencapai level tersebut.

“Anda bisa lihat hari ini, tidak ada gunanya mengatakan kami berada di level yang sama,” kata Hansi Flick dalam konferensi pers pascalaga.

“Tetapi saya percaya pada tim saya. Hari ini bukan hari terbaik kami, tetapi kami bekerja untuk mencapai level itu. Hari ini kami kalah, tetapi kami ingin bangkit kembali,” lanjutnya.


Filosofi PSG Bikin Flick Terkesan

Nuno Mendes melanggar Lamine Yamal dalam laga pembuka Liga Champions antara Barcelona dan PSG di Lluis Companys Olympic Stadium, 1 Oktober 2025. (AP Photo/Emilio Morenatti)

Barcelona sebenarnya sempat percaya diri setelah Torres mencetak gol cepat. Namun, PSG yang tampil tanpa beberapa pemain inti tetap menunjukkan kualitas luar biasa.

Flick menyoroti bagaimana para pemain muda PSG bisa menjaga intensitas permainan. Ia menilai inilah yang membuat tim asuhan Luis Enrique sulit dibendung.

“Filosofi mereka fantastis, dengan pemain muda yang masuk, kualitas tinggi, dan kecepatan dengan bola,” ujar Flick.

“Mereka punya energi baru, terlihat jelas level tim meningkat. Bagi saya, kami menjalani banyak pertandingan dalam beberapa pekan terakhir dan tentu harus belajar dari situasi ini,” tambahnya.


Struktur Permainan Barcelona Jadi Sorotan

Wasit Michael Oliver menunjukkan kartu kuning kepada Dani Olmo dalam laga Liga Champions antara Barcelona vs PSG di Lluis Companys Olympic Stadium, 1 Oktober 2025. (AP Photo/Emilio Morenatti)

Flick juga menyoroti menurunnya kontrol permainan Barcelona setelah unggul. Ia mengakui PSG lebih dominan di pertengahan babak pertama hingga laga berakhir.

Menurut Flick, Barcelona kehilangan struktur permainan yang seharusnya dimiliki. Hal itu terlihat jelas terutama di babak kedua.

“Kami tidak punya struktur seperti biasanya ketika berada di level tertinggi. Ini sangat penting di Liga Champions, apalagi melawan tim berkualitas seperti PSG,” kata Flick.

“Di babak kedua, terlihat beberapa pemain sangat kelelahan. Kami menjaga Pedri, Marcus Rashford, tentu juga Frenkie de Jong, tetapi dia benar-benar sudah memberikan yang terbaik,” ucapnya.


Pertahanan yang Perlu Dibenahi

Eric Garcia berduel memperebutkan bola dengan Senny Mayulu dalam laga pembuka Liga Champions antara Barcelona dan PSG di Lluis Companys Olympic Stadium, 1 Oktober 2025. (AP Photo/Joan Monfort)

Gol penentu kemenangan PSG tercipta di menit-menit akhir. Bagi Flick, hal itu menjadi tanda bahwa timnya harus lebih solid dalam bertahan pada momen penting.

Ia menegaskan pertahanan yang kuat adalah kunci untuk bersaing di Liga Champions. Barcelona pun masih memiliki pekerjaan rumah untuk memperbaiki hal tersebut.

“Menurut saya pada posisi 1-1, seharusnya Anda bisa bertahan lebih baik, memiliki struktur pertahanan yang lebih baik,” kata Flick.

“Ini momen krusial dan kami harus belajar dari hal ini. Kami ingin memperbaiki diri untuk pertandingan selanjutnya,” ujarnya.

Sumber: ESPN

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya