Alami Kencing Darah dan Kulit Menguning, ABK Kapal Asing Dievakuasi di Selat Makassar

Seorang anak buah kapal (ABK) MV Crimson Saturn terpaksa dievakuasi medis di Perairan Selat Makassar, Rabu (1/10/2025).

oleh FauzanDiterbitkan 01 Oktober 2025, 23:24 WIB
Seorang anak buah kapal (ABK) MV Crimson Saturn terpaksa dievakuasi medis di Perairan Selat Makassar, Rabu (1/10/2025). (Liputan6.com/ Fauzan)

Liputan6.com, Makassar - Seorang anak buah kapal (ABK) MV Crimson Saturn terpaksa dievakuasi medis di Perairan Selat Makassar, Rabu (1/10/2025). ABK bernama lengkap Cabelon Don Kyle Montecalbo (25), itu mengalami penurunan kondisi kesehatan saat kapal yang ditumpanginya berlayar dari China menuju Australia.

ABK berkebangsaan Filipina itu dilaporkan menderita sakit perut bagian bawah, disertai kencing berdarah dan kulit menguning. Melihat kondisi tersebut, nahkoda kapal langsung menghubungi pihak asuransi, yang kemudian berkoordinasi dengan Basarnas untuk melakukan evakuasi medis atau medivac.

Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Makassar, Andi Sultan, mengatakan evakuasi ABK kapal asing itu dilakukan dengan cara intercept, yakni titik pertemuan antara kapal yang membutuhkan bantuan dan kapal penyelamat.

Dalam operasi ini, Basarnas mengerahkan KN SAR Kamajaya bersama kru, rescuer, serta sejumlah pihak terkait seperti KKP, Imigrasi, agen kapal, hingga Bakamla.

"Setelah menerima informasi pada pukul 17.10 Wita, kami langsung memberangkatkan tim Rescuer Basarnas Makassar dan crew KN SAR Kamajaya pada pukul 17.30 Wita," ujar Sultan, Rabu (1/10/2025) malam.

Proses intercept dilakukan di Perairan Selat Makassar, sekitar 12 mil laut dari Pelabuhan Paotere. Selanjutnya, ABK yang sakit diserahkan kepada tim medis untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

"Intercept akan dilakukan di Perairan Selat Makassar, sejauh 12 NM dari Pelabuhan Paotere, dan untuk selanjutnya proses evakuasi abk yang sakit akan diserahkan kepada petugas medis untuk dilakukan penanganan medis lebih lanjut," jelas Sultan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya