Hari Kesaktian Pancasila, Farah PAN: Teguhkan Ideologi Bangsa dari Potensi Ancaman Digital

Farah menilai, tantangan ideologis saat ini tidak lagi bersifat konvensional, melainkan menyusup melalui ruang-ruang siber yang dapat diakses oleh siapa saja.

oleh Muhammad Radityo PriyasmoroDiterbitkan 01 Oktober 2025, 04:02 WIB
Anggota Komisi I DPR RI dari Partai Amanat Nasional (PAN), Farah Puteri Nahlia (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Hari Kesaktian Pancasila diperingati setiap tanggal 1 Oktober. Karenanya, politikus Partai Amanat Nasional (PAN) Farah Puteri Nahlia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersatu padu, menjadikan Pancasila tidak hanya sebagai hafalan, tetapi juga sebagai pandangan hidup yang tercermin dalam tindakan sehari-hari.

"Peringatan adalah momentum krusial untuk meneguhkan kembali Pancasila sebagai pertahanan ideologi bangsa dari berbagai ancaman modern," kata Farah seperti dikutip dari siaran pers, Rabu (1/10/2025).

Farah menilai, tantangan ideologis saat ini tidak lagi bersifat konvensional, melainkan menyusup melalui ruang-ruang siber yang dapat diakses oleh siapa saja.

"Pancasila, dalam konteks ini, harus menjadi filter dan benteng mental bagi setiap warga negara," tegas anggota DPR RI itu.

Farah menegaskan, di era digitalisasi saat ini, ruang digital telah menjadi arena pertempuran ideologi terbesar. Kecepatan informasi ibarat pedang bermata dua; bisa menjadi peluang, namun juga ancaman serius jika tidak dikelola dengan baik.

"Oleh karena itu, sangat penting untuk membentengi ruang siber kita dengan mengamalkan nilai-nilai luhur Pancasila, sebagai garda terdepan untuk menangkal hoaks, disinformasi, dan infiltrasi paham radikalisme,” tambahnya.

 

Kedaulatan Bangsa

Farah optimistis, jika berpegang teguh pada Pancasila, maka Indonesia mampu memperkuat kedaulatan bangsa secara hakiki.

"Pancasila memberikan fondasi jati diri yang kokoh, sehingga bangsa Indonesia tidak mudah terombang-ambing oleh ideologi asing yang tidak sesuai dengan akar budaya kita.Hal ini memungkinkan kita untuk secara tegas menolak segala bentuk intervensi asing yang berpotensi merusak tatanan sosial dan keutuhan ideologi negara kita," dia memungkasi.

 

POPULER

Berita Terbaru

    Berita Terkini Selengkapnya