Liputan6.com, Jakarta Sam Wills, penyanyi asal Inggris yang sebelumnya dikenal lewat "Traingazing" kembali dengan karyanya yang bikin terbawa perasaan: "Voicenotes." Diawali dengan denting piano dan ketukan ritmis yang menenangkan, Sam Wills masuk dengan nyanyian sendu. Tentang perasaan rindu terhadap seseorang yang telah pergi. Yang tertinggal hanya rekaman suara dalam voicenote.
"Listening to your old voice notes, I know. You told me that it’s far too late so, I hold my phone. To keep you close," begitu petikan lagunya.
Advertisement
Baru-baru ini, Liputan6.com berkesempatan untuk berbincang secara daring dengan Sam Wills mengenai proses kreatif di balik lagu ini. Rupanya "Voicenotes" lahir diawali dengan penciptaan melodi lagu ini.
"Aku menciptakan melodi piano untuk 'Voicenotes', dan bagiku itu terdengar seperti old jazz, bagaimana melodi dan kordnya menyatu. Lalu saat membahasnya dengan tim produksi, menurutku menarik untuk menjadikannya kontras dengan fenomena modern, yaitu meninggalkan voicenotes," kata dia.
Di satu sisi, ia melihat bahwa kebiasaan meninggalkan pesan suara lewat gawai, adalah sebuah hal yang begitu terkait dengan kehidupan manusia masa kini. Namun di sisi lain, ada hal puitis di balik fenomena ini.
Yang Tersisa Hanya Rekaman Suara
"Kita semua saling mengirim catatan suara, dan kita telah bertahun-tahun melakukan percapakan dengan itu. Dan ketika kita tidak lagi terhubung dengan orang tersebut, kita ditinggalkan dengan semua percakapan ini dari masa-masa kedekatan kita, dan menurutku itu adalah sesuatu yang indah sekaligus memilukan," kata Sam Wills.
Karena itulah, ia merasa perlu untuk membuat lagu yang mengangkat tentang hal ini.
Namun "Voicenotes" tak hanya berkutat mengenai gagal move on. Di bagian akhir lagu ini, ada sebuah "plot twist" yang diungkap di akhir bait lagu.
Di Album Speak
"Voicenotes" merupakan salah satu lagu yang disertakan dalam album terbaru Sam Wills yang akan dirilis pada 3 Oktober mendatang. Sam mengungkap bahwa album ini disusun sedemikian rupa, hingga menjadi sebuah cerita bila didengarkan secara berurutan.
"Ada awal, tengah, dan akhir. Dan Anda mendengarkannya dalam urutan cerita, semacam tentang menghadapi perasaan stagnasi. Di mana dunia bergerak, tetapi hanya untuk orang-orang lain. Seperti merasa berdiri diam sementara semua hal terjadi di sekitarku," kata dia.
Ada berbagai tema yang diangkat lewat Speak, termasuk lagu cinta, patah hati, juga keinginan untuk memahami diri sendiri dan tujuan hidup. "Seperti itulah yang ingin kusampaikan dalam album ini," ujarnya.