Puluhan Pelajar di Lampung Utara Keracunan Usai Santap Ayam Crispy dan Sayur Buncis MBG

Dalam rekaman video yang beredar, terlihat sejumlah pelajar tergeletak lemas di atas ranjang rumah sakit saat mendapatkan pertolongan medis.

oleh Ardi MuntheDiterbitkan 30 September 2025, 14:09 WIB
Pelajar di Lampung Utara Keracunan (Foto: Ardi Munthe/Liputan6.com)

Liputan6.com, Jakarta Sebanyak 52 pelajar SMAN 4 Kotabumi, Kabupaten Lampung Utara, dilarikan ke rumah sakit setelah diduga mengalami keracunan makanan bergizi gratis (MBG). Para pelajar tersebut merasakan gejala mual hingga muntah usai menyantap menu makan siang.

Insiden itu terjadi pada Senin (29/9/2025), ketika para siswa mengonsumsi hidangan MBG yang dimasak di Dapur Bergizi Gratis SPPG Kota Alam. Menu hari itu terdiri dari nasi putih, ayam crispy, sayur buncis, timun, dan buah semangka.

Dalam rekaman video yang beredar, terlihat sejumlah pelajar tergeletak lemas di atas ranjang rumah sakit saat mendapatkan pertolongan medis.

Pelajar Sampai Kejang-Kejang

Kepada wartawan, salah satu siswi, Mutiara Arison (15) menuturkan bahwa beberapa rekannya bahkan sempat mengalami kejang-kejang.

“Awalnya teman saya pusing, lalu muntah sampai pingsan. Ada yang dibawa ke UKS, tapi tiga orang kemudian dirujuk, satu di antaranya ke rumah sakit,” kata Mutiara.

Dia menambahkan, lima anggota ekskul karate di sekolahnya juga ikut merasakan gejala serupa. Sebagian masih dirawat di RS Handayani Kotabumi.

"Ada lima siswa juga yang keracunan, mereka anak ekskul karate. Ya yang dialami teman-teman yang saya lihat ada merasa pusing, mual-mual, terus sampe kejang-kejang," tuturnya.

 

Polisi Periksa Pihak Dapur dan Sekolah

Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Yuni Iswandari Yuyun membenarkan kejadian tersebut. Dia menyebut tim dari Polres Lampung Utara telah turun tangan melakukan penyelidikan.

“Benar, siang tadi terjadi dugaan keracunan MBG yang dialami puluhan siswa SMAN 4 Kotabumi. Sampai sekarang masih banyak yang menjalani perawatan inap di beberapa rumah sakit,” ujar Yuni, Selasa (30/9).

Dia bilang, polisi sudah memeriksa sejumlah pihak dari sekolah maupun siswa untuk mengungkap penyebab keracunan. Selain itu, tim juga mengambil sampel makanan untuk diuji di laboratorium.

“Menu makanannya sudah diambil sampelnya. Hasil laboratorium akan kami sampaikan setelah keluar karena ini juga bekerja sama dengan dinas kesehatan,” ungkap dia.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya