Lamine Yamal Baru 18 Tahun! Begini Isi Peringatan FIFPRO untuk Barcelona dan Timnas Spanyol

FIFPRO memperingatkan Barcelona dan Timnas Spanyol atas beban berlebih yang dijalani Lamine Yamal di usia muda, menilai risiko cedera jangka panjang sangat tinggi.

oleh Richard Andreas LuturmasDiterbitkan 30 September 2025, 05:08 WIB
Selebrasi Lamine Yamal dalam laga semifinal Supercopa de Espana 2025 antara Athletic Bilbao vs Barcelona, Kamis (9/1/2025). (c) AP Photo/Altaf Qadri

Liputan6.com, Jakarta Organisasi pesepakbola dunia FIFPRO melayangkan peringatan keras kepada Barcelona dan tim nasional Spanyol terkait cara mereka menangani Lamine Yamal. Pemain berusia 18 tahun itu baru saja kembali dari cedera pangkal paha dan langsung dimainkan saat Barcelona mengalahkan Real Sociedad 2-1 di La Liga akhir pekan lalu.

Yamal sebelumnya absen dalam empat laga akibat cedera yang justru memburuk setelah membela Spanyol di jeda internasional. Namun kini, muncul kekhawatiran serius atas beban pertandingan berlebihan yang dialami sang pemain sejak debutnya di usia 15 tahun.

Menurut studi terbaru FIFPRO, Yamal telah mencatat 130 penampilan pada usia 18 tahun, angka yang sangat tinggi dibandingkan legenda klub Andres Iniesta, yang hanya mengoleksi 40 penampilan di usia yang sama.


Risiko Cedera Jangka Panjang dan Dampak Psikologis

Pemain muda Barcelona, Lamine Yamal, meraih Kopa Trophy 2025, penghargaan pemain muda terbaik dalam malam gala Balloon d'Or 2025 di Theatre du Chatelet, Paris, Selasa (23/9/2025) dini hari WIB. (Franck FIFE / AFP)

Ketua dewan penasihat performa tinggi FIFPRO, Darren Burgess, menyebut temuan tersebut sebagai sinyal bahaya. Ia menilai paparan beban kompetisi yang terlalu tinggi di usia muda bisa berdampak fatal terhadap karier pemain.

“Ini sangat mengkhawatirkan. Memberikan beban berlebih kepada pemain berusia di bawah 25 tahun hampir pasti meningkatkan risiko cedera,” ujar Burgess.

Dalam laporan resminya, FIFPRO menyoroti kerentanan fisik pemain muda.

“Pelat pertumbuhan, tendon, dan ligamen masih rentan pada usia ini. Kombinasi antara lari berkecepatan tinggi dan waktu pemulihan yang singkat bisa menyebabkan kerusakan struktural jangka panjang. Dampak psikologisnya juga tidak boleh diremehkan,” tambah Burgess.

Peringatan ini menjadi alarm bagi klub dan federasi untuk lebih berhati-hati dalam mengatur menit bermain pemain muda, terutama bagi mereka yang sudah terjun ke level senior sejak usia belia.


Hansi Flick Kritik Timnas Spanyol

Penyerang Barcelona asal Spanyol #10, Lamine Yamal, merayakan gol pertama timnya dalam pertandingan Liga Spanyol antara Rayo Vallecano de Madrid dan FC Barcelona di Stadion Vallecas, Madrid, pada 31 Agustus 2025. (Pierre-Philippe MARCOU/AFP)

Sebelum laporan FIFPRO dirilis, pelatih Barcelona Hansi Flick juga sudah melontarkan kritik keras kepada federasi Spanyol. Ia mengungkapkan bahwa Yamal dipaksa bermain meski sedang menahan rasa sakit saat tampil di kualifikasi Piala Dunia melawan Bulgaria dan Turki.

“Lamine Yamal tidak tersedia karena cedera. Ia berangkat ke timnas dalam kondisi sakit dan tidak berlatih. Mereka memberinya obat pereda nyeri agar bisa bermain,” kata Flick.

“Dalam setiap pertandingan mereka sudah unggul tiga gol, tapi ia tetap bermain selama 73 dan 79 menit. Di antara laga, ia bahkan tidak bisa berlatih. Itu bukan cara yang tepat merawat pemain.”

Akibat keputusan tersebut, Yamal harus absen dalam beberapa laga penting, termasuk pertandingan La Liga melawan Valencia, Getafe, Real Oviedo, dan laga perdana Liga Champions melawan Newcastle.

Kini setelah pulih, Yamal langsung menunjukkan kontribusi penting dengan memberikan assist bagi Robert Lewandowski yang memastikan kemenangan atas Real Sociedad. Namun, peringatan FIFPRO dan kekhawatiran Flick menjadi pengingat bahwa pengelolaan karier pemain muda harus lebih hati-hati untuk menjaga masa depan mereka.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya