Produk Tembakau Alternatif Dinilai Lebih Rendah Risiko daripada Rokok

menilai edukasi publik terkait strategi pengurangan bahaya (harm reduction) masih sangat minim di Indonesia.

oleh Tim NewsDiterbitkan 29 September 2025, 09:56 WIB
Seorang pria meneteskan cairan vape atau rokok elektronik di kawasan Bundaran HI, Jakarta. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

 

Liputan6.com, Jakarta - Pemerhati Kesehatan Masyarakat, dr. Tri Budhi Baskara, menegaskan bahwa produk tembakau alternatif secara ilmiah terbukti memiliki risiko lebih rendah dibandingkan rokok karena tidak menghasilkan TAR dan karbon monoksida.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa produk tersebut bukan tanpa risiko.

"Produk tembakau alternatif lebih rendah risiko dibanding rokok, tapi bukan tanpa risiko. Produk ini cocok sebagai strategi harm reduction (pengurangan dampak buruk) bagi perokok yang ingin beralih, namun pilihan paling tepat adalah berhenti total dari nikotin,” ujar dr. Tri, Senin (29/9/2025).

Ia menilai edukasi publik terkait strategi pengurangan bahaya (harm reduction) masih sangat minim di Indonesia. Menurutnya, informasi yang beredar kerap tercampur antara fakta dan opini, serta framing media yang membuat masyarakat salah kaprah.

“Akibatnya, banyak yang melihat produk tembakau alternatif sebagai ancaman baru, bukan sebagai opsi beralih dari kebiasaan merokok. Kasus-kasus seperti popcorn lung atau isu cairan berbahaya, kadang dibesar-besarkan, meskipun secara ilmiah banyak yang tidak relevan,” jelasnya.

Sebagai solusi, dr. Tri menyarankan agar perokok memahami tujuan penggunaan produk tembakau alternatif sebagai langkah pengurangan bahaya, dengan catatan produk yang digunakan resmi dan legal.

"Target jangka panjang terbaik tetap bebas nikotin sepenuhnya, karena itu satu-satunya pilihan tanpa risiko,” tegasnya.

 

Resiko Lebih Rendah

Keberadaan rokok elektrik mendapat sorotan dari Badan Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO). (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Sejalan dengan itu, Dokter Spesialis Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi Indraprastha Apollo Hospitals, Dr. Vinny Kantroo, menjelaskan bahwa perbedaan mendasar antara rokok dengan produk tembakau alternatif ada pada proses penggunaannya.

“Merokok melibatkan pembakaran tembakau sehingga menghasilkan asap yang mengandung ribuan bahan kimia. Banyak dari bahan kimia ini toksik, dan puluhan diketahui menyebabkan kanker. Kebiasaan merokok dikaitkan dengan kanker paru-paru, penyakit jantung, stroke, dan masalah pernapasan seperti bronkitis kronis dan emfisema,” ungkap Dr. Vinny, dikutip dari Hindustan Times.

Berbeda dengan rokok, lanjutnya, vape menggunakan alat untuk memanaskan cairan (e-liquid) yang biasanya mengandung nikotin, perasa, dan bahan kimia lain.

"Vape tidak membakar tembakau, sehingga menghasilkan lebih sedikit zat toksik dibandingkan rokok,” imbuhnya.

Menurutnya, sistem pemanasan pada produk tembakau alternatif membuat zat-zat berbahaya yang dihasilkan jauh lebih sedikit dibandingkan dengan proses pembakaran tembakau pada rokok. Hal ini menjadikan vape maupun produk tembakau yang dipanaskan sebagai opsi berisiko lebih rendah bagi perokok yang ingin beralih.

 

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya