Pelatihan SPPG di Maluku, BGN Perkuat Mitigasi Kasus Pelajar Keracunan MBG

Badan Gizi Nasional (BGN) melaksanakan Pelatihan Petugas Penjamah Pangan pada Dapur Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG).

oleh Muhammad Radityo PriyasmoroDiterbitkan 29 September 2025, 13:55 WIB
Presiden Prabowo Subianto meninjau langsung dapur SPPG untuk melayani program makan bergizi gratis (MBG) di Tanah Sereal, Kota Bogor, Jawa Barat, Senin (10/2/2025). (Foto: istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Badan Gizi Nasional (BGN) melaksanakan Pelatihan Petugas Penjamah Pangan pada Dapur Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG).

Pelatihan bertujuan untuk mitigasi mencegah keracunan pada Program Makan Bergizi Gratis (Program MBG) serta menegaskan komitmen menjaga kualitas layanan.

Direktur Penyediaan dan Penyaluran Wilayah 3 BGN, Enny Indarti menjelaskan, pelatihan dilaksanakan pada 28 September 2025 terhadap 10 titik di Area Maluku dan Maluku Utara yaitu Halmahera Selatan, Halmahera Utara, Kota Ternate, Kota Tidore Kepulauan, Buru Selatan, Kota Ambon, Kota Tual, Maluku Tengah, Maluku Tenggara, dan Seram Bagian Barat.

"Kegiatan ini diikuti kurang lebih 2.900 petugas, terdiri atas petugas SPPG serta relawan yang terlibat langsung dalam penyediaan makanan bergizi di daerah tersebut," ujar Enny melalui keterangan tertulis, Senin (29/9/2025).

Melalui pelatihan ini, Enny memastikan SPPG diberikan berbagai macam edukasi serta pelatihan seputar pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG) yaitu seperti Pelatihan Keamanan Pangan, Pelatihan Sanitasi di SPPG, Pelatihan Higienitas, dan lain sebagainya.

"Pelaksanaan pelatihan ini selain sebagai langkah pencegahan pada risiko keracunan ataupun kejadian yang tidak diinginkan lainnya, juga menjadi sarana pelatihan yang lebih mendalam kepada para petugas SPPG mengenai tata kelola penyediaan makanan bergizi gratis," terang dia.

Enny menambahkan, pelatihan juga memberi pemahaman kepada relawan, ahli gizi, serta petugas mengenai tata kelola penyediaan makanan bergizi gratis pada dapur SPPG.

"Kedepannya kami juga menargetkan untuk meningkatkan kompetensi petugas SPPG agar memperoleh Sertifikasi Layak Higienis dan penghargaan dari BGN," ucap dia.

 

Optimistis Perkuat Petugas Lapangan

Dapur Kebayunan mitra mandiri Badan Gizi Nasional (BGN) mampu memproduksi 16.203 paket Makan Bergizi Gratis (MBG) setiap hari. (merdeka.com/Arie Basuki)

Enny optimistis, pelatihan ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat kapasitas petugas penjamah pangan.

"BGN akan terus memperbaiki tata kelola program Makanan Bergizi Gratis untuk mencetak Generasi Emas 2045 dapat tercapai secara optimal," Enny menutup.

Sebagai informasi, Program Pelatihan Petugas Penjamah Pangan ini merupakan mitigasi dari Badan Gizi Nasional dan sebagai bagian dari implementasi program prioritas nasional yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Diharapkan melalui program Makanan Bergizi Gratis, negara mampu menghadirkan akses makanan bergizi yang aman, sehat, dan higienis bagi seluruh lapisan masyarakat, terutama anak-anak Indonesia.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menanggapi marak kasus keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah wilayah Indonesia. Dia menilai, kasus keracunan MBG ini hanya segelintir kekurangan dari program tersebut yakni 0,0017 persen.

"Sampai hari ini sudah menjelang 30 juta penerima manfaat, 30 juta anak dan ibu hamil tiap hari menerima makanan. Bahwa ada kekurangan iya, ada keracunan makan iya, kita hitung dari semua makanan yang keluar, penyimpangan kekurangan atau kesalahan itu adalah 0,0017 persen," tutur Prabowo di Munas VI PKS, Jakarta, Senin (29/9/2025).

 

Prabowo Tanggapi Marak Kasus Keracunan MBG: Kesalahannya 0,0017 Persen

Pekerja menyiapkan Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Dapur Makan Bergizi Gratis Kebayunan, Tapos, Depok, Jawa Barat, Senin (6/1/2025). (merdeka.com/Arie Basuki)

Meski persentase kekurangan tersebut sangat kecil, Prabowo menyatakan tidak merasa puas. Hanya saja, dia melihat upaya tersebut menjadi bagian dari langkah besar yang belum pernah dilakukan dalam sejarah dunia.

"Brazil butuh 11 tahun untuk mencapai 47 juta penerima manfaat, presidennya cerita sama saya, mereka butuh 11 tahun, kita 11 bulan sudah 30 juta," ucap dia.

"Ada kekurangan, ada, tapi manfaatnya sangat-sangat besar. Kita tidak bisa menduga, kita, mungkin PKS di daerah merasakan pasti, tapi banyak elite Indonesia tidak bisa menduga bahwa anak-anak kita, rakyat kita makan nasi pakai garam. Ini kita buktikan bahwa kita bisa memberi sesuatu, memberi bantuan, memberi apa yang mereka butuh," sambungnya.

Prabowo menyatakan, MBG telah menjadi langkah strategis yang di luar ekspektasi. Dengan program tersebut, pemerintah dapat menciptakan 1,5 juta lapangan kerja baru di awal 2026.

"Kita telah berhasil menghidupkan ekonomi rakyat bahwa tiap hari kita butuh, telur, kita butuh sayur, kita butuh ikan, ayam, butuh bahan-bahan dari kampung-kampung itu sendiri, dari kecamatan-kecamatan itu sendiri, di puncaknya nanti tahun depan kita akan gelontorkan mendekati Rp300 T untuk MBG," kata dia.

 

Prabowo Awasi Kasus Keracunan MBG

Sejumlah siswa sedang menyantap paket makanan bergizi gratis. (Dok. Pemkot Bandung)

Prabowo mengaku sangat memperhatikan kasus keracunan MBG, sehingga langsung memerintahkan untuk menertibkan semua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah berdiri dengan SOP ketat.

"Semua alat harus dicuci pakai alat modern, tidak terlalu mahal, untuk membersihkan, membunuh semua bakteri. Kita juga perintahkan dapur harus punya test kit, alat uji, sebelum distribusi harus diuji, dan langkah preventif lainnya," terang Prabowo.

Lebih lanjut, Prabowo mengaku sedih masih ada 50 juta anak-anak dan ibu hamil yang menunggu meskipun saat ini total penerima manfaat MBG sudah menembus 30 juta jiwa.

"Tapi kita tidak bisa paksakan lebih cepat, sekarang saja terjadi penyimpangan. Bayangkan kalau secepatnya mungkin penyimpangan dan kekurangan bisa lebih dari itu," ucap dia.

"30 juta prestasi, dan saya yakin ini akan meningkat, tidak liner tapi akan meningkat, tapi ini lah sebagai seorang pemimpin, sebagai seorang bapak, saya bangga dengan 30 juta, tapi saya masih ingat 52 juta anak-anak kita masih berharap masih menunggu dengan ibu-ibu hamil," Prabowo menandaskan.

Infografis Wacana Susu Ikan Pengganti Alternatif Susu di Program Makan Bergizi Gratis. (Liputan6.com/Gotri/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya