Manchester United Gagal Selesaikan Masalah di Posisi Kiper

Manchester United kembali mendapat sorotan usai hasil mengecewakan di awal musim Premier League. Eks striker Inggris, Peter Crouch, menilai klub gagal menangani masalah yang jelas dalam skuad meski telah menghabiskan hampir 200 juta pounds pada musim panas lalu.

oleh Aga Deta AndityaDiterbitkan 29 September 2025, 13:49 WIB
Manchester United harus menelan pil pahit dengan menelan kekalahan tiga gol tanpa balas dari City. (AP Photo/Dave Thompson)

Liputan6.com, Jakarta Manchester United kembali mendapat sorotan usai hasil mengecewakan di awal musim Premier League. Eks striker Inggris, Peter Crouch, menilai klub gagal menangani masalah yang jelas dalam skuad meski telah menghabiskan hampir 200 juta pounds pada musim panas lalu.

The Red Devils mendatangkan sejumlah pemain baru, termasuk Benjamin Sesko, Bryan Mbeumo, Matheus Cunha, dan Senne Lammens. Namun, kontribusi para pemain baru itu belum memberikan hasil yang diharapkan.

Kekalahan terbaru MU terjadi saat bertemu Brentford dengan skor 3-1 di GTech Community Stadium. Gol dari Igor Thiago dan Mathias Jensen membuat United kembali ke performa buruknya, meski Sesko sempat memberi harapan lewat gol pertamanya di Premier League.

Kapten Bruno Fernandes bahkan gagal memanfaatkan penalti di babak kedua. Sementara itu, Lammens, kiper muda hasil rekrutan deadline-day, belum melakukan debutnya meski menjadi salah satu pembelian mahal musim panas.


Kritik Crouch Soal Posisi Kiper

Pelatih kepala Manchester United, Ruben Amorim, bereaksi di pinggir lapangan saat pertandingan Premier League antara Manchester United dan Burnley di stadion Old Trafford di Manchester, Inggris, Sabtu, 30 Agustus 2025. (Martin Rickett/PA via AP)

Peter Crouch menilai kedatangan Senne Lammens tidak menyelesaikan masalah lini pertahanan United. Menurutnya, klub kini hanya memiliki tiga kiper cadangan, bukan satu kiper utama yang dominan.

Crouch merasa situasi kiper adalah masalah yang sudah jelas sebelum musim dimulai. Ia menyesalkan tidak adanya langkah untuk mendatangkan kiper top seperti Gianluigi Donnarumma atau Emiliano Martinez.

“Rasanya masalah kiper ini belum ditangani. Sekarang mereka punya tiga kiper nomor dua. Ini masalah yang jelas, Andre Onana tidak akan menjadi kiper utama, kami tahu itu sejak awal musim, tapi situasinya masih belum diperbaiki,” ujar Crouch kepada TNT Sports.

“Mereka membawa Senne Lammens, tapi dia belum bermain. Dia masih muda dan baru memiliki satu musim penuh di sepak bola. Saya tidak mengerti kenapa Donnarumma atau Martinez yang tersedia tidak direkrut,” tambahnya.


Performa MU dan Tantangan Berikutnya

Pelatih Manchester United asal Portugal, Ruben Amorim (kanan), menyaksikan penyerang Manchester United asal Belanda #11, Joshua Zirkzee (kiri), meninggalkan lapangan setelah digantikan oleh gelandang Manchester United asal Inggris #37, Kobbie Mainoo, selama pertandingan Liga Primer Inggris antara Manchester United dan Newcastle United di Old Trafford di Manchester, Inggris barat laut, Selasa dini hari WIB (31-12-2024). (Darren Staples/AFP)

Kritikan Crouch muncul di tengah awal musim yang sulit bagi Manchester United. Tim asuhan Ruben Amorim hanya meraih dua kemenangan dari tujuh laga pertama.

United kini harus segera mencari performa lebih baik untuk menghindari krisis. Pertemuan berikutnya melawan Sunderland menjadi kesempatan untuk memperbaiki catatan buruk mereka.

“Situasinya mungkin Lammens belum siap, dia masih muda dan mungkin akan berkembang di masa depan. Tapi United selalu memiliki kiper yang dominan, lihat Peter Schmeichel dan Edwin van der Sar,” tambah Crouch.

“Dengan Martinez, rasanya jelas dia harus datang. Dia dominan dan sesuai dengan kebutuhan serta profil pemain yang Manchester United butuhkan,” tutup Crouch.

Sumber: Metro

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya