Ketika Crystal Palace Taklukkan Juara Bertahan Liverpool: Timnya Oliver Glasner Memang Menarik!

Crystal Palace menang dramatis 2-1 atas Liverpool lewat gol menit ke-97 Eddie Nketiah, sekaligus tampilkan performa terbaik di era Oliver Glasner.

oleh Richard Andreas LuturmasDiterbitkan 29 September 2025, 06:18 WIB
Ismaila Sarr (Crystal Palace) merayakan gol pertama timnya dalam laga Liga Primer Inggris antara Crystal Palace dan Liverpool di Selhurst Park, London, 27 September 2025. (Jonathan Brady/PA via AP)

Liputan6.com, Jakarta Crystal Palace meraih kemenangan luar biasa atas juara bertahan Premier League, Liverpool, di Selhurst Park. Eddie Nketiah menjadi pahlawan lewat gol di menit ke-97 yang memastikan kemenangan 2-1 dan mengakhiri rekor sempurna Liverpool musim ini.

Pelatih Oliver Glasner tak bisa menahan emosinya. Ia berlari di pinggir lapangan, mengepalkan tangan, lalu berpelukan dengan staf pelatih setelah timnya memastikan tiga poin penting. Ini menjadi kemenangan kandang pertama Palace atas tim besar di bawah asuhannya.

Setelah tampil solid sepanjang laga, Palace sempat kehilangan keunggulan lewat gol penyama Federico Chiesa di menit ke-87. Namun Nketiah memastikan timnya mendapat hasil yang pantas dengan penyelesaian klinis di masa tambahan waktu.


Performa Terbaik di Era Glasner

Florian Wirtz dari Liverpool (kanan) dan Daichi Kamada dari Crystal Palace berebut bola, dalam laga Liga Premier Inggris antara Crystal Palace dan Liverpool di Selhurst Park, London selatan, Sabtu, 27 September 2025. (Jonathan Brady/PA via AP)

Glasner menyebut laga ini sebagai penampilan terbaik Palace sejak ia datang pada Februari tahun lalu. Timnya tampil agresif, kreatif, dan percaya diri, bahkan menghadirkan sejumlah peluang emas yang seharusnya menambah keunggulan lebih awal.

Kembalinya Ismaila Sarr dari cedera memberikan dampak besar. Ia mencetak gol kelima dalam delapan pertemuan melawan Liverpool dan menjadi ancaman konstan lewat kecepatan serta pergerakannya di ruang kosong.

Penyesuaian taktik dengan menempatkan Daichi Kamada di posisi gelandang bertahan membuat Palace tampil lebih seimbang. Mereka tidak bermain bertahan seperti dugaan Arne Slot, tapi justru menekan Liverpool dengan intensitas tinggi.


Fondasi Kuat dan Keyakinan Baru

Eddie Nketiah dari Crystal Palace mencetak gol kedua timnya dalam laga Liga Premier Inggris antara Crystal Palace dan Liverpool di Selhurst Park, London selatan, Sabtu, 27 September 2025. (Jonathan Brady/PA via AP)

Musim ini, Palace menunjukkan konsistensi luar biasa. Dalam 18 laga di semua kompetisi, mereka hanya kebobolan 12 gol dan belum terkalahkan. Kemenangan atas Liverpool memperpanjang rekor tak terkalahkan menjadi 18 pertandingan, menyamai rekor klub sejak 1969.

Meski sempat mengalami kekecewaan pada musim panas karena diturunkan ke Conference League oleh keputusan UEFA dan CAS, tim ini perlahan bangkit dengan mental kuat dan keyakinan baru.

Dengan performa solid dan fondasi permainan yang kian matang, Palace kini duduk di posisi kedua klasemen Premier League, hanya tertinggal tiga poin dari Liverpool. Mereka juga bersiap tampil di fase utama kompetisi Eropa untuk pertama kalinya, menghadapi Dynamo Kyiv pada Kamis mendatang.

 
 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya