Pengungsi di Gaza Hadapi Krisis Tenda

oleh Helmi FithriansyahDiterbitkan 28 September 2025, 17:35 WIB
Pengungsi di Gaza Hadapi Krisis Tenda
Puluhan ribu keluarga yang mengungsi akibat serangan Israel di Jalur Gaza kini bergantung pada ketersediaan tenda sebagai tempat berlindung. Namun, kebutuhan dasar sebagai tempat berlindung tersebut mengalami kelangkaan, lonjakan harga, dan gangguan distribusi. Kebutuhan tenda kini menjadi hal yang vital akibat blokade bantuan yang dilakukan Israel. Situasi ini membuat warga Gaza kehilangan harapan untuk memperoleh tempat berlindung. Di sisi lain, militer Israel kian menggencarkan serangannya di wilayah Gaza. Selama hampir dua tahun, operasi militer Israel di Gaza, sedikitnya 65.549 warga Palestina di Gaza tewas, sebagian besar warga sipil anak-anak dan perempuan. Sementara, jumlah korban luka kini mencapai 167.783 orang.
Warga Palestina yang mengungsi dari Kota Gaza berkumpul di bawah naungan tenda-tenda di kamp pengungsi Nuseirat di Jalur Gaza tengah pada 28 September 2025. (Eyad BABA/AFP)
Puluhan ribu keluarga yang mengungsi akibat serangan Israel di Jalur Gaza kini bergantung pada ketersediaan tenda sebagai tempat berlindung. (Eyad BABA/AFP)
Namun, kebutuhan dasar sebagai tempat berlindung tersebut mengalami kelangkaan, lonjakan harga, dan gangguan distribusi. (Eyad BABA/AFP)
Kebutuhan tenda kini menjadi hal yang sangat penting akibat blokade bantuan yang dilakukan Israel. Situasi ini membuat warga Gaza kehilangan harapan untuk memperoleh tempat berlindung. (Eyad BABA/AFP)
Di sisi lain, militer Israel kian menggencarkan serangannya di wilayah Gaza. (Eyad BABA/AFP)
Selama hampir dua tahun, operasi militer Israel di Gaza, sedikitnya 65.549 warga Palestina di Gaza tewas, sebagian besar warga sipil anak-anak dan perempuan. (Eyad BABA/AFP)
Sementara, jumlah korban luka kini mencapai 167.783 orang. (Eyad BABA/AFP)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya