Tuding Pihak Asing Pengaruhi FIFA Hukum Malaysia, Bos JDT: Orangnya ke New York

Tunku Mahkota Johor (TMJ) menduga adanya campur tangan pihak luar yang memengaruhi keputusan FIFA terkait sanksi naturalisasi Timnas Malaysia, mempertanyakan "Siapa yang berada di New York?" di balik polemik ini.

oleh ThomasDiterbitkan 27 September 2025, 17:47 WIB
Laga Timnas Malaysia vs Vietnam di putaran ketiga kualifikasi Piala Asia 2027 di Stadion Nasional Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Selasa (10-6-2025). (Dok. vff.org.vn)

Liputan6.com, Jakarta- Tunku Mahkota Johor (TMJ), Tunku Ismail Sultan Ibrahim, baru-baru ini melontarkan dugaan serius terkait sanksi yang dijatuhkan FIFA kepada Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) dan tujuh pemain naturalisasi Timnas Malaysia. Ia mencurigai adanya campur tangan entiti luar (pihak asing) yang memengaruhi keputusan badan sepak bola dunia tersebut.

Polemik ini mencuat setelah FIFA mengumumkan denda besar dan larangan bermain bagi para pemain yang diduga menggunakan dokumen palsu dalam proses naturalisasi mereka.

Sanksi yang dijatuhkan pada 26 September 2025 ini berupa denda 350.000 franc Swiss untuk FAM dan larangan bermain selama 12 bulan serta denda 2.000 franc Swiss per pemain. Keputusan ini mengejutkan banyak pihak, terutama TMJ, mengingat FIFA sebelumnya telah menyetujui proses naturalisasi para pemain tersebut. TMJ mempertanyakan konsistensi dan transparansi FIFA dalam mengeluarkan putusan ini.

Kecurigaan TMJ semakin menguat dengan pertanyaan sindiran yang ia lontarkan, "Siapa yang ada di New York?", mengisyaratkan adanya pertemuan atau lobi di balik layar yang mungkin terjadi. Dugaan pihak luar yang jadi kompor FIFA ini menjadi sorotan utama dalam kasus yang membelit sepak bola Malaysia, memicu spekulasi luas di kalangan penggemar dan media.


Kronologi Sanksi FIFA dan Reaksi TMJ

Ilustrasi FAM, Timnas Malaysia. (Dok. fam.org.my)

FIFA resmi menjatuhkan sanksi berat kepada Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) dan tujuh pemain naturalisasi Timnas Malaysia pada 26 September 2025. Sanksi ini mencakup denda sebesar CHF 350.000 atau sekitar Rp7,3 miliar untuk FAM, serta larangan bermain selama 12 bulan dan denda CHF 2.000 per pemain bagi Gabriel Felipe Arrocha, Facundo Tomás Garcés, Rodrigo Julián Holgado, Imanol Javier Machuca, João Vitor Brandão Figueiredo, Jon Irazábal Iraurgui, dan Héctor Alejandro Hevel Serrano. Pelanggaran Pasal 22 Kode Disiplin FIFA terkait penggunaan dokumen palsu menjadi dasar utama keputusan ini.

Tujuh pemain tersebut sebelumnya membela Malaysia dalam kemenangan 4-0 atas Vietnam di putaran ketiga Kualifikasi Piala Asia 2027 pada 10 Juni 2025, yang kini menjadi sorotan. Tunku Mahkota Johor (TMJ) menyatakan ketidakpuasannya atas keputusan FIFA, mengingat proses naturalisasi para pemain ini sebelumnya telah disetujui oleh badan sepak bola dunia tersebut. Ia juga menyoroti kurangnya transparansi FIFA dalam memberikan alasan yang jelas atas hukuman tersebut, serta kecepatan pengumuman sanksi sebelum proses banding selesai.

Lanjut Baca:

TMJ, yang juga pemilik klub Johor Darul Ta'zim (JDT) dan mantan Ketua FAM, mengecam tindakan FIFA yang dianggap terburu-buru dan tidak adil. Menurutnya, keputusan ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai konsistensi dan integritas FIFA dalam menangani kasus serupa. Reaksi keras dari TMJ ini menunjukkan betapa seriusnya dampak sanksi tersebut terhadap sepak bola Malaysia.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya