Sergio Busquets Pensiun, Ini 5 Momen Emas Kariernya

Perjalanan Sergio Busquets tidak diukur dari jumlah gol atau aksi spektakuler. Kariernya penuh dengan momen bersejarah yang mengubah cara pandang dunia terhadap posisi gelandang bertahan.

oleh Aga Deta AndityaDiterbitkan 26 September 2025, 18:17 WIB
Gelandang Inter Miami, Sergio Busquets, resmi memutuskan pensiun sebagai pesepak bola pada akhir musim ini. (ELSA / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP)

Liputan6.com, Jakarta Sergio Busquets resmi mengumumkan pensiunnya dari sepak bola profesional. Sang gelandang menyampaikan kabar ini melalui video di akun Instagram pribadinya.

Busquets memastikan musim 2025 di MLS bersama Inter Miami menjadi yang terakhir dalam kariernya. Keputusan ini menutup perjalanan panjang salah satu maestro lapangan tengah terbaik dalam sejarah sepak bola.

Perjalanan Busquets tidak diukur dari jumlah gol atau aksi spektakuler. Ia dikenal sebagai otak permainan yang mampu mengendalikan tempo dari kedalaman lapangan.

Kariernya penuh dengan momen bersejarah yang mengubah cara pandang dunia terhadap posisi gelandang bertahan. Berikut lima momen terbaik yang menegaskan warisan Busquets.


1. Treble Bersejarah 2009

Tidak banyak gelandang yang bisa menunjukkan konsistensi seperti Sergio Busquets. Di bawah Pep Guardiola di Barcelona, ​​ia berhasil membuat 191 penampilan dan berhasil mencapai puncak penampilannya. Kehadirannya di lini tengah sangat membantu permainan Guardiola. (AFP/Lluis Gene)

Musim 2008/2009 menjadi titik balik awal karier Busquets. Pep Guardiola memberi kesempatan besar dengan mempromosikannya ke tim utama Barcelona.

Di musim debutnya, Busquets langsung menjadi starter di final Liga Champions 2009 melawan Manchester United. Barcelona menang 2-0 dan mengukir treble pertama mereka.

Busquets, bersama Xavi dan Andres Iniesta, membentuk trio lini tengah yang kemudian menjadi legenda. Momen ini menjadi pondasi kejayaan Blaugrana di era modern.


2. Piala Dunia 2010

Penampilan Cristiano Ronaldo saat memperkuat timnas Portugal melawan Spanyol di Piala Dunia 2010 di Stadion Green Point, Capetown, Afrika Selatan, 29 Juni 2010. (AFP/Liu Jin)

Nama Busquets semakin harum di Piala Dunia 2010. Ia memainkan hampir seluruh menit pertandingan saat Spanyol menorehkan sejarah meraih gelar juara dunia pertama mereka.

Dalam final melawan Belanda, Busquets tampil solid bersama Xabi Alonso di lini tengah. Kendali permainan yang ia suguhkan menjadi kunci kemenangan 1-0.

Sejak itu, Busquets dianggap sebagai salah satu pilar utama generasi emas sepak bola Spanyol. Perannya yang tenang memberi kestabilan bagi tim.


3. Kejayaan Euro 2012

Timnas Spanyol sukses merebut gelar keempat di ajang Euro setelah mengalahkan Inggris 2-1 pada laga final Euro 2024 yang digelar di Olympiastadion, Berlin, Jerman, Senin (15/7/2024) dini hari WIB. Dua gol Spanyol dicetak lewat Nico Williams (47') dan Mikel Oyarzabal (86'). Sementara satu-satunya gol Inggris dihasilkan Cole Palmer (73'). Spanyol pun kini menahbiskan sebagai tim tersukses di ajang Euro dengan menjadi pengoleksi gelar terbanyak yaitu empat kali, setelah sebelumnya sukses menjadi kampiun pada edisi 1964, 2008 dan 2012. (AP Photo/Frank Augstein)

Dua tahun setelah Piala Dunia, Busquets kembali bersinar di Euro 2012. Ia menjadi starter penting dalam laga final melawan Italia.

Spanyol meraih kemenangan telak 4-0, hasil terbesar sepanjang sejarah partai final Euro. Busquets tampil sebagai pengatur tempo yang tidak tergantikan.

Penampilannya menegaskan dominasi Spanyol dengan filosofi sepak bola berbasis penguasaan bola. Ia menjadi metronom yang menjaga ritme tim tetap sempurna.


4. Ikon Barcelona

Sergio Busquets. Gelandang bertahan 33 tahun ini merupakan lulusan La Masia dan telah memperkuat Barcelona sejak 2008/2009. Ia menjadi pilihan utama saat Lionel Messi dan Andres Iniesta absen, seperti saat pertama kali menjadi kapten pada 3 Oktober 2015 kontra Sevilla. (Foto: AFP/Pau Barrena)

Busquets menghabiskan 15 musim bersama Barcelona. Ia mencatatkan 722 penampilan, terbanyak ketiga dalam sejarah klub.

Selama periode itu, ia mengoleksi 32 trofi, termasuk sembilan gelar La Liga dan tiga Liga Champions. Konsistensinya membuatnya tak tergantikan di berbagai era pelatih.

Dari Guardiola hingga Xavi, semua manajer mengandalkan kecerdasan taktik Busquets. Ia menjadi simbol kesetiaan dan keunggulan di lini tengah Blaugrana.


5. Tantangan di Amerika

Pemain Al Ahly Zizo (kanan) mencoba melewati gelandang Inter Miami Sergio Busquets dalam laga Grup A Piala Dunia Antarklub di Miami, Florida, Minggu, 15 Juni 2025. (AP Photo/Rebecca Blackwell)

Setelah berkarier panjang di Eropa, Busquets melanjutkan petualangan ke MLS bersama Inter Miami pada 2023. Kehadirannya langsung memberi dampak signifikan.

Ia membantu Miami meraih gelar League Cup 2023, trofi pertama dalam sejarah klub. Setahun kemudian, ia ikut membawa tim menjuarai Supporter’s Shield 2024.

Busquets membuktikan kualitasnya tetap relevan di luar Eropa. Pengaruhnya di lapangan tetap besar hingga tahun-tahun terakhir kariernya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya