Liputan6.com, Jakarta - Masyarakat diimbau lebih berhati-hati dalam menjaga data pribadi saat berbelanja online. Informasi yang tertera pada resi pengiriman, seperti nama, alamat, nomor resi, hingga barcode, dinilai rawan disalahgunakan oknum tidak bertanggung jawab untuk melakukan penipuan.
Salah satu modus yang kerap terjadi adalah pelaku berpura-pura menjadi pihak resmi perusahaan e-commerce atau jasa ekspedisi dengan alasan paket hilang atau rusak. “Pelaku biasanya meminta korban mengklik tautan phishing, mentransfer sejumlah uang agar pengiriman dipercepat, hingga menghadiri pertemuan online palsu untuk membahas klaim paket,” ungkap keterangan resmi yang diterima, Selasa (24/9/2025).
Advertisement
Untuk mencegah tindak penipuan, masyarakat diminta tidak mengunggah foto resi sembarangan baik di media sosial maupun aplikasi e-commerce saat memberikan ulasan.
Prinsip 3C
Pengguna juga diingatkan agar menghancurkan detail resi pada bungkus paket sebelum dibuang serta selalu berhati-hati terhadap nomor asing yang menghubungi dengan mengatasnamakan pihak e-commerce.
Untuk menjaga agar data tetap aman penting menerapkan prinsip 3C, yakni Cek Pengirimnya, Cek Fakta, dan Cari Tahu Modusnya.