Terungkap! 21 Jalan Tol Alami Kerugian Akibat Sepi Pengendara

Rendahnya jumlah kendaraan yang melintas berdampak langsung pada pendapatan BUJT yang tidak sebanding dengan biaya operasional dan pemeliharaan.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 24 September 2025, 20:15 WIB
Tol Manado-Bitung. (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, mengungkapkan bahwa 21 ruas tol yang dioperasikan oleh sejumlah Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) saat ini mengalami kerugian. Hal ini disebabkan oleh volume kendaraan yang melintas, atau traffic, jauh lebih rendah dari perkiraan awal.

Dalam Rapat Panja bersama Komisi V DPR RI pada Rabu (24/9/2025), Dody Hanggodo menjelaskan bahwa realisasi volume lalu lintas di 21 ruas tol tersebut masih di bawah 50% dari asumsi yang tertuang dalam perjanjian.

"Masih ada beberapa badan usaha jalan tol yang realisasi volume lalu lintas atau trafiknya jauh lebih rendah daripada yang kami asumsikan dalam perjanjian pengusahaan jalan tol," jelas Dody dikutip dari siaran langsung Youtube TV Parlemen, Rabu (24/9/2025).

Dody menambahkan, rendahnya jumlah kendaraan yang melintas berdampak langsung pada pendapatan BUJT yang tidak sebanding dengan biaya operasional dan pemeliharaan. Kondisi ini membuat perusahaan pengelola tol kesulitan memenuhi Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang ditetapkan pemerintah.

"Akibatnya, pendapatan tol tidak tercapai dan BUJT mengalami kesulitan membiayai pemeliharaannya sehingga pemenuhan SPM pun tidak bisa optimal," paparnya.

 

Daftar Tol

Foto udara pembangunan Jalan Tol Cibitung-Cilincing (JTCC) seksi 4 di Marunda, Jakarta Utara, Selasa (8/11/2022). Pembangunan Tol JTCC seksi 4 ruas Tarumajaya-Cilincing sepanjang 7,28 Km saat ini progres pembangunannya telah mencapai 87,23% dan ditargetkan dapat beroperasi pada awal tahun 2023. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Berikut daftar 21 ruas tol yang menghadapi masalah tersebut beserta operatornya:

  1. PT Jasamarga Manado: Ruas Tol Bitung - Tol Manado - Bitung
  2. PT Waskita Bumi Wira: Ruas Tol Krian - Legundi - Bunder - Manyar
  3. PT Jasamarga Bali Tol: Ruas Tol Nusa Dua - Ngurah Rai - Benoa
  4. PT Cibitung Tanjung Priok Port: Ruas Tol Cibitung - Cilincing
  5. PT Hutama Karya (Persero): Ruas Tol Sigli - Banda Aceh
  6. PT Hutama Karya (Persero): Ruas Tol Lubuk Linggau - Curup - Bengkulu
  7. PT Hutama Karya (Persero): Ruas Tol Simpang Indralaya - Muara Enim
  8. PT Hutama Karya (Persero): Ruas Tol Palembang - Indralaya
  9. PT Hutama Marga Waskita: Ruas Tol Kuala Tanjung - Tebing Tinggi - Pematang Siantar - Parapat
  10. PT Jakarta Toll Road Development: Ruas 6 Tol Dalam Kota
  11. PT Wijaya Karya Serang Panimbang: Ruas Tol Serang - Panimbang
  12. PT PP Semarang Demak: Ruas Tol Semarang - Demak
  13. PT Jasamarga Jogja Solo: Ruas Tol Yogyakarta - Solo - NYIA Kulonprogo
  14. PT Semesta Marga Raya: Ruas Tol Kanci - Pejagan.

     

 

Tol Selanjutnya

Tol Sumo membentang sepanjang 36,27 kilometer (km) dan menghubungkan Kota Surabaya dengan Kabupaten Mojokerto. (Dok Kementerian PUPR)

15. PT Pejagan Pemalang Toll Road: Ruas Tol Pejagan - Pemalang

16. PT Pemalang Batang Toll Road: Ruas Tol Pemalang - Batang

17. PT Marga Harjaya Infrastruktur: Ruas Tol Mojokerto - Kertosono

18. PT Jasamarga Gempol Pasuruan: Ruas Tol Gempol - Pasuruan

19. PT Citra Margatama Surabaya: Ruas Tol SS Waru - Bandara Juanda

21. PT Cinere Serpong Jaya: Ruas Tol Serpong - Cinere

22. PT Waskita Sriwijaya Tol: Ruas Tol Kayu Agung - Palembang.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya