Pandit Irak Bocorkan 2 Kelemahan Negaranya Jelang Kualifikasi Piala Dunia 2026: Harmoni Kurang dan Bek Kanan Meragukan

Pandit sepak bola Irak, Ahmed Khdeir, memberikan analisis tajam mengenai kesiapan timnas negaranya yang dianggap tidak optimal

oleh Asad ArifinDiperbarui 24 September 2025, 18:49 WIB
Selebrasi para pemain Irak merayakan gol ke gawang Indonesia yang dicetak Aymen Hussein (kedua kiri) melalui eksekusi penalti pada laga Grup F putaran kedua Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Kamis (6/6/2024). (Bola.com/Abdul Aziz)

Liputan6.com, Jakarta Timnas Irak tengah menyiapkan diri menghadapi tantangan besar di putaran ke-4 Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Irak tergabung di Grup B bersama Indonesia dan Arab Saudi.

Nantinya, hanya sang juara grup yang berhak melaju langsung ke putaran final, sementara runner-up mesti menempuh jalur play-off interkontinental.

Pertemuan Irak kontra Indonesia pada 12 Oktober 2025 nanti menjadi salah satu laga yang paling ditunggu. Duel ini bakal menentukan arah persaingan di grup, mengingat setiap poin bisa sangat krusial.

Dengan kekuatan dan reputasi yang mereka miliki, Irak jelas difavoritkan, namun bukan berarti tanpa celah.

Pandit sepak bola Irak, Ahmed Khdeir, memberikan analisis tajam mengenai kesiapan timnya. Meski memuji program latihan fisik yang diterapkan pelatih Graham Arnold, Khdeir juga menegaskan adanya dua titik lemah yang bisa dimanfaatkan lawan, termasuk Timnas Indonesia.


Harmoni Timnas Irak Belum Maksimal

Pemain Timnas Indonesia, Ragnar Oratmangoen (kanan) berusaha mengontrol bola di depan pemain Irak, Rebin Sulaka pada laga Grup F putaran kedua Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia antara Timnas Indonesia menghadapi Irak di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Kamis (6/6/2024). (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Menurut Khdeir, fokus utama Arnold sejauh ini adalah meningkatkan kondisi fisik para pemain.

Latihan intensif dilakukan demi memastikan para penggawa Irak mampu menjaga ritme di level kompetitif tinggi. Namun, ia menilai ada aspek penting yang belum sepenuhnya optimal, yaitu kekompakan tim.

"Pelatih telah meningkatkan persiapan fisik para pemain, tetapi masalah harmoni perlu memainkan lebih banyak pertandingan," kata Ahmed Khdeir dikutip dari Winwin.

"Gaya dan cara terakhir yang diikuti Arnold membutuhkan pertandingan yang diterapkan di lapangan untuk menunjukkan hasilnya dengan cepat di tim Irak," imbuh Khdeir.


Posisi Bek Kanan Jadi Titik Rawan

Para pemain Timnas Irak berpose untuk foto tim sebelum pertandingan kualifikasi Piala Dunia FIFA 2026 zona Asia antara Korea Selatan dan Irak di Yongin pada 15 Oktober 2024. (JUNG YEON-JE/AFP)

Selain harmoni tim, Khdeir juga menyoroti sektor pertahanan, khususnya posisi bek kanan. Pada uji coba terakhir, Arnold bahkan harus memainkan Zakho Karim yang bukan bek kanan murni.

Situasi ini membuat posisi tersebut tampak rawan ketika menghadapi serangan lawan.

"Posisi bek kanan sangat sensitif, dan jika Hussein Ali dalam kesiapan penuh, dia akan menjadi pilihan terbaik untuk mengisi posisi ini, karena dia memiliki kualitas ofensif dan defensif," kata Khudair.

Jika Hussein Ali benar-benar bugar, masalah ini bisa tertutupi. Namun, jika tidak, area tersebut berpotensi jadi sasaran empuk bagi tim lawan, termasuk Indonesia.

Sumber: Winwin

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya