Pengemis Finlandia: Jadi Patung dan Berdongeng

Berbagai cara dan upaya dilakukan untuk memikat orang lain agar merasa iba dan memberikan sejumlah uang. Seperti dilakukan para pengemis ini

oleh Liputan6Diterbitkan 19 Juni 2013, 07:57 WIB
Citizen6, Jakarta: Di Indonesia, jumlah pengemis sangat banyak dan tidak terhitung lagi jumlahnya. Berbagai cara dan upaya dilakukan mereka untuk memikat orang lain agar merasa iba dan memberikan sejumlah uang. Terkadang ada yang melakukannya dengan cara memaksa. Namun tidak bagi para pengemis di Finlandia yang beribukota Helsinki ini. Mereka akan menjadi patung dan akan mulai bercerita tentang keindahan kotanya ketika didekati dan diberikan sejumlah uang. Menarik bukan?

Lain halnya dengan para pengemis di Indonesia. Terkadang kita merasa terganggu dengan kehadiran mereka ketika kita dalam perjalanan di bis, makan di restorant atau di tempat lainnya. Bagi mereka mengemis sudah menjadikan profesi dan bahkan sudah terorganisasi dengan rapi. Tak jarang para pengemis tersebut justru hidup lebih makmur dibandingkan kita yang hidup sederhana.

Pengemis di Hongkong masih bisa di hitung dengan jari. Ada 2 tipe pengemis yang ada di HongKong. Tipe pertama, orang bule (western peoples) yang memainkan alat musik sambil menaruh topinya atau kotak sebagai tepat uangnya. Pengemis ini biasanya berada di stasiun kereta (MTR) atau disebuah subway di bawah jalan besar. Jumlahnya bisa dihitung dengan jari dan musiman.

Tipe kedua, dilakukan oleh warga lokal Hongkong. Pengemis ini biasanya mangkal di tempat-tempat liburan para buruh migran (Domestic Helper) seperti di Cause Way Bay, Central, dan di Tsim Tsa Tsui. Biasanya mereka mangkal setiap hari Sabtu dan Minggu dengan gaya berbaring atau duduk-duduk menggelar plastik. Biasanya para pengemis ini meminta belas kasihan dari buruh migran yang sedang liburan.

Lain Hongkong, lain pula dengan Singapura. Di sini saya belum pernah melihat pengemis yang berkeliaran. Negeri itu benar-benar bersih dari tuna wisma maupun sampah. Ini karena hukum yang berlaku sangat ketat.

Pengalaman mengesankan tentang pengemis lainnya, justru ketika tinggal di Finlandia. Di sana para pengemis bisa ditemui di Helsinky dekat dengan gedung pemerintahan Finland. Namun jangan berharap kalau keadaan di sana akan sehebat dan seramai ibukota metropolitan negara eropa lainnya. Justru kalau dibandingkan dengan suasana ibukota di Indonesia, Helsinky masih sangat sejuk kotanya dan seolah-olah kita berada di era jaman dulu.

Di jantung Kota Helsinki, kita akan menemui sesosok tubuh manusia yang super tinggi dengan kostum berwarna kuning dan tingginya lebih dari 2,5 meter. Lalu ada sosok manusia yang berdandan seperti wanita yang akan mematung berjam-jam lamanya seperti patung Liberty di Amerika (USA). Dia tidak akan bergerak jika tidak ada yang mendekatinya.

Bagi wisatawan, mereka mungkin akan mengira sosok itu hanya patung hiasan yang sengaja di taruh di pinggir jalan antara pelabuhan Helsinki dengan gedung pemerintahan. Namun mereka akan terperanjat tatkala mencoba mendekatinya. Mula-mula patung itu akan mengedip-ngedipkan matanya ke arah kita, lalu tangannya yang terulur ke atas secara perlahan-lahan akan menyodorkan topinya kepada kita.

Ketika kita memberikan koin dan menaruh di topinya, maka dia akan serta merta turun dari bangkunya tempat ia berdiri dan mengajak kita duduk bersama. Untuk selanjutnya, ia akan mulai bercerita tentang sejarah Kota Helsinki atau keindahan kota-kota di Finland, seperti Lap Lan, Espoo, Turku, Hanko, Vehma, Vantaa, Heinola, dan sebagainya.

Selesai bercerita, pengemis itu akan meminta kita untuk berpelukan dan berfoto bersama. Itulah gaya pengemis di Finlandia. (Andrealica Nhordeeniz/Mar)

Andrealica Nhordeeniz adalah pewarta warga.

Anda juga bisa mengirimkan artikel disertai foto seputar kegiatan komunitas atau opini anda tentang politik, kesehatan, keuangan, wisata, social media dan lainnya ke citizen6@liputan6.com.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya