Satu Santri di Riau Meninggal Dunia, Diduga Terinfeksi Monkeypox

Santri tersebut diduga terinfeksi cacar monyet (monkeypox/Mpox). Namun, Dinkes setempat kini tengah menanti hasil lab di Pekanbaru.

oleh Benedikta DesideriaDiterbitkan 22 September 2025, 13:10 WIB
Ilustrasi seorang santri di Riau meninggal dunia karena terinfeksi cacar monyet. Foto: Unsplash.

Liputan6.com, Jakarta Seorang santri di salah satu pesantren di Selatpanjang, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, meninggal dunia usai. Santri tersebut diduga terinfeksi cacar monyet (monkeypox/Mpox).

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kepulauan Meranti, Ade Suhartian, mengatakan korban meninggal pada Jumat 19 September 2025. Korban meninggal setelah menjalani perawatan intensif di RSUD Meranti. Ia merupakan satu dari empat santri yang dilaporkan mengalami gejala mirip cacar monyet.

“Gejala yang muncul memang mengarah ke monkeypox seperti ruam di kulit dan pembengkakan kelenjar getah bening. Namun, untuk kepastian kami masih menunggu hasil laboratorium dari Pekanbaru,” ujar Ade mengutip Antara.

Ade menambahkan, satu pasien lain kini berangsur membaik, sementara dua lainnya sudah dipulangkan dan masih berstatus suspek.

Dinkes Meranti Lakukan Penyelidikan Epidemiologi

Sejak Kamis, 18 September 2025 Dinkes Kepulauan Meranti telah melakukan penyelidikan epidemiologi dan penelusuran kontak erat. Sejauh ini tidak ditemukan kasus tambahan.

Bupati Kepulauan Meranti, Asmar, juga mengonfirmasi adanya laporan dari pesantren terkait kasus tersebut. “Memang benar ada satu pasien meninggal, satu dirawat, dan dua sudah dipulangkan,” katanya.

 

Bupati Meranti Minta Dinkes dan RSUD Bergerak Cepat

Asmar menginstruksikan agar Dinkes dan RSUD Meranti bertindak cepat. Jika fasilitas lokal tidak memadai, pasien diminta segera dirujuk ke Pekanbaru.

Usai kejadian ini pemerintah daerah mengimbau masyarakat tetap tenang, menjaga kebersihan, dan segera memeriksakan diri bila mengalami gejala seperti demam, ruam, atau pembengkakan kelenjar getah bening.

Apa Itu Monkeypox?

Monkeypox atau Mpox adalah penyakit yang disebabkan oleh virus Monkeypox dan dapat menimbulkan gejala seperti demam, ruam bernanah, hingga bengkak pada kelenjar getah bening.

Penyakit ini awalnya menyebar di Afrika, tapi kini telah menyebar ke berbagai negara, termasuk Indonesia.

Dr. dr. Prasetyadi Mawardi, SPKK(K), dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (PERDOSKI) mengatakan jika muncul gejala seperti ruam bernanah, sangat penting untuk tidak memanipulasi lesi tersebut, seperti memencet atau menggaruknya.

Lesi yang basah maupun yang sudah mengering tetap bisa menularkan virus. Selain itu, hindari berbagi barang pribadi seperti handuk dan pakaian dengan orang lain.

Kemenkes juga telah melakukan berbagai upaya pencegahan, seperti pengawasan di seluruh fasilitas kesehatan, penyelidikan epidemiologi, serta penyiapan laboratorium rujukan untuk pemeriksaan Mpox.

Bagi pasien dengan gejala ringan, isolasi mandiri di rumah bisa dilakukan dengan pengawasan dari puskesmas. Namun, pasien dengan gejala berat harus segera mendapatkan perawatan di rumah sakit.

POPULER

    Berita Terkini Selengkapnya