DPW PPP Lampung Gelar Mukerwil, 14 DPC Deklarasi Dukung Agus Suparmanto Jadi Ketum

Supriyanto mengatakan, deklarasi merupakan bentuk ikhtiar untuk membawa perubahan dan mengembalikan PPP ke Senayan.

oleh Tim NewsDiperbarui 22 September 2025, 09:36 WIB
Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Lampung menggelar Musyawarah Kerja Wilayah (Mukerwil) pada Minggu (21/9/2025) jelang Muktamar X.

Liputan6.com, Jakarta - Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Lampung menggelar Musyawarah Kerja Wilayah (Mukerwil) pada Minggu (21/9/2025) jelang Muktamar X.

Dalam forum itu, 14 dari 15 Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PPP se-Lampung menyatakan dukungan kepada mantan Menteri Perdagangan, Agus Suparmanto, sebagai Ketua Umum PPP.

"14 DPC yang hadir yaitu DPC PPP Lampung Tengah, Pesisir Barat, Lampung Barat, Pesawaran, Tulang Bawang, Mesuji, Kota Bandar Lampung, Lampung Selatan, Tulang Bawang Barat, Lampung Timur, Kota Metro, Tanggamus, Lampung Utara, dan Pringsewu. Bersama jajaran PPP Lampung dan para majelis, kami mendeklarasikan Pak Agus Suparmanto menjadi Ketua Umum,” kata Ketua DPW PPP Lampung, Supriyanto.

Menurutnya, deklarasi itu merupakan ikhtiar untuk membawa perubahan dan mengembalikan PPP ke Senayan.

“Untuk mewujudkan itu semua, kami siap berjuang memenangkan Pak Agus di Muktamar X nanti. Konsolidasi terus kami lakukan, termasuk dengan DPC Way Kanan yang belum bergabung, agar bisa berjuang bersama,” jelasnya.

 

Dinilai Mampu Bawa Kemajuan PPP

Supriyanto menambahkan, pilihan mendukung Agus Suparmanto sudah melalui pertimbangan panjang dan konsultasi dengan berbagai pihak, termasuk para majelis partai.

“Sebagai partai Islam, kami meminta arahan dari para senior dan majelis. Keputusan ini juga didasari rekomendasi Munas dan Silnas Alim Ulama PPP di Cirebon. Kami yakin Pak Agus akan membawa kejayaan PPP,” tegasnya.

Dalam Mukerwil tersebut turut hadir Ketua DPP PPP Ainul Yakin, para majelis, serta pimpinan badan otonom (Banom) PPP Lampung.

Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) 2016 lebih buruk daripada 2015 (liputan6/abdillah)

Tag Terkait

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya