Liputan6.com, Jakarta Anak-anak disabilitas memiliki risiko lebih tinggi mengalami masalah gigi dan mulut dibandingkan anak pada umumnya.
Kesulitan motorik, keterbatasan komunikasi, hingga akses yang terbatas ke layanan kesehatan membuat kebersihan gigi mereka sering terabaikan. Dalam kondisi ini, peran pendamping menjadi sangat penting, tidak hanya untuk membantu menjaga kebersihan gigi sehari-hari, tetapi juga memastikan anak mendapatkan edukasi dan perawatan gigi sejak dini.
Advertisement
“Edukasi kesehatan gigi dan mulut harus dilakukan secara konsisten lintas generasi," kata dokter gigi Zahrah Almira dalam peringatan Hari Kesehatan Gigi dan Mulut Nasional (HKGN) 2025 bersama Formula di Universitas Jayabaya, Jakarta.
Di kesempatan itu, merek perawatan gigi dan mulut Formula memberikan medali penghargaan kepada para pendamping yang hadir. Medali penghargaan itu sebagai simbol terima kasih atas kontribusi mereka dalam mendukung teman-teman disabilitas untuk memiliki kesehatan gigi dan mulut yang lebih baik.
Kegiatan "Aksi Formula Generasi Kuat Indonesia’ telah dimulai di Universitas Jayabaya pada 12 September 2025. Kegiatan ini diikuti oleh lebih dari 1.000 peserta yang terdiri dari anak-anak, orang dewasa, dan teman-teman disabilitas.
Beragam aktivitas interaktif dan edukatif digelar dalam kegiatan ini mulai dari sikat gigi bersama, penyuluhan dan pemeriksaan gigi oleh tenaga profesional, edukasi kesehatan melalui eksperimen Eggsperimen, lomba mewarnai, makan bersama, serta pembagian ribuan sikat gigi, pasta gigi, dan paket sembako kepada masyarakat.
"Kami percaya bahwa kekuatan sebuah generasi dimulai dari keluarga yang sehat. Melalui ‘Aksi Formula Generasi Kuat Indonesia’, kami ingin mengajak masyarakat bersama-sama membangun kebiasaan menjaga kesehatan gigi dan mulut sebagai langkah kecil menuju masa depan bangsa yang lebih kuat,” ujar Managing Director Formula Jenifer Fransisca.
Aktivitas Eggsperimen
Salah satu aktivitas yang menarik dalam 'Aksi Formula Generasi Kuat Indonesia' adalah edukasi interaktif bertajuk “Eggsperimen”.
Dalam eksperimen ini yang dibutuhkan adalah cangkang telur, bagian telur yang memiliki kalsium mirip dengan gigi manusia.
Bermodalkan cangkang telur para peserta diajak melihat langsung bagaimanan lapisan pelindung bekerja melalui serangan asam.
Dalam percobaan sederhana ini, cangkang telur yang dilapisi pasta gigi Formula terbukti lebih tahan terkikis dibandingkan yang tidak diberi perlindungan.
Cara fun ini membuat edukasi terasa lebih mudah dipahami, sekaligus memberi bukti nyata pentingnya menjaga enamel gigi sejak dini.
Setelah Universitas Jayabaya, aksi sosial Formula bakal berlanjut ke 40 titik wilayah lainnya di seluruh Indonesia, mulai dari Aceh hingga Papua.
Aksi sosial berupa pembagian ribuan sikat gigi, pasta gigi, dan paket sembako gratis bagi masyarakat untuk membantu melindungi kesehatan gigi keluarga Indonesia.
Aksi ini dilakukan untuk meningkatkan kesehatan gigi dan mulut di Indonesia yang masih menjadi tantangan. Seperti diketahui Data Riskesdas 2023 menunjukkan bahwa 72,5% penduduk Indonesia telah menyikat gigi dua kali sehari. Namun, 56,9% di antaranya masih mengalami masalah kesehatan gigi dan mulut, dan hanya 11,2% yang pernah mendapat penanganan medis profesional.