Viral Menkes Budi Anjurkan Sarapan dengan 2 Telur Rebus Saja, Ini Kata Profesor FKUI

Jika bicara soal sarapan ideal, konsumsi dua telur saja tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan diet seimbang.

oleh Benedikta DesideriaDiterbitkan 21 September 2025, 06:00 WIB
sarapan cuma pakai dua telur rebus seperti anjuran Menkes Budi tidak termasuk sarapan ideal karena tidak menerapkan gizi seimbang. (Foto: Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta Pernyataan Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin yang menganjurkan sarapan cukup dengan dua butir telur viral di media sosial. Dalam video yang beredar, Menkes bahkan menyarankan masyarakat untuk meninggalkan pilihan sarapan lain seperti sereal, nasi uduk, atau lontong sayur.

"Dan untuk mencegah agar gula darah kita tidak naik mendadak (glucose spike), kita wajib konsumsi sesuatu yang tidak manis. Kalau saya sih saraninnya, telur rebus," kata Menkes Budi dalam caption di akun Instagram bgsadikin.

Terkait pernyataan Menkes Budi, Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, Sp.PD-KGEH memaklumi jika Budi berbicara hal itu sebagai orang awam. Namun, sebagai Menteri Kesehatan hal itu tidak tepat. 

"Sungguh tidak tepat ketika beliau dalam anjuran tersebut menyampaikan sebagai seorang Menkes," kata Ari dalam pesan tertulis yang diterima Health Liputan6.com.

Menurut Ari, sereal, nasi uduk dan lontong sayur dengan telur masih merupakan makanan yang ideal sebagai sarapan pagi dengan memperhatikan jumlah yang dikonsumsi sesuai dengan aktivitas serta kebutuhan.

Sarapan Ideal dengan Konsep Gizi Seimbang

Jika bicara soal sarapan ideal, konsumsi dua telur saja tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan diet seimbang. 

"Konsep diet yang ada saat ini adalah diet seimbang dan kebutuhan kalori sesuai dengan kalori yang dikeluarkan," kata Ari. 

Apa Itu Gizi Seimbang?

Gizi seimbang terdiri dari karbohidrat, protein dan lemak yang harus ada di setiap sesi makan.

Diet seimbang berarti di dalamnya mengacu ada sumber karbohidrat, protein, serat dan vitamin. Itu artinya makan dua telur rebus saja untuk sarapan tidak cukup, apalagi bagi orang yang tengah mengontrol berat badan. 

"Harus diingat, bahwa kita perlu protein tambahan, perlu tambahan kalori serat tambahan vitamin mineral yang berasal dari buah dan sayuran jika kita akan melakukan aktivitas sebagai pekerja atau pelajar. Sehingga kalau hanya 2 telur sarapan pagi tidak cukup untuk kita tetap sehat perlu tambahan gizi lain termasuk serat yang berasal dari buah dan sayuran," katanya.

Terkait sayur dan buah, itu tetap diusahakan dalam sehari makan 5 porsi.

Orang dengan Kolesterol Tinggi Tidak Disarankan Makan Kuning Telur

Ari juga mengingatkan bahwa makan telur beserta kuningnya tidak berlaku bagi semua. Bagi orang dengan kolesterol tinggi tidak boleh makan kuning telur.

"Untuk orang yang punya kadar kolesterol tinggi maka tidak dianjurkan untuk mengonsumsi kuning telur," katanya.

Anak Usia Sekolah, Butuh Juga Karbohidrat Saat Sarapan

Ari mengungkkapkan untuk anak-anak usia sekolah dan remaja dengan kegiatan segudang di pagi hari maka kalori yang hanya didapat dari 2 telur saja tidak cukup. Maka dari itu perlu asupan karbohidrat saat sarapan.

"Harus ada tambahan kalori lain yang berasal dari karbohidrat misal roti atau kentang kalau memang ingin menghindari nasi," tutur pria yang juga Dekan FKUI ini. 

Meski begitu, Ari mengatakan bahwa memang lebih baik makan dua telur rebus daripada tidak makan sama sekali. Namun jika bicara gizi seimbang perlu ditemani dengan karbohidrat dan sumber serat dan vitamin.

"Dari pada tidak sarapan, 2 telur lebih baik tapi kalau bicara ideal jelas kalau hanya 2 telur secara gizi seimbang ini tidak cukup," pesannya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya