7 Bintang Liverpool yang Lambat Menyesuaikan Diri tapi Akhirnya Jadi Legenda

Florian Wirtz dan Milos Kerkez sempat mendapat kritikan di awal karier mereka di Liverpool. Namun sejarah klub menunjukkan bahwa start lambat bukan akhir dari segalanya.

oleh Aga Deta AndityaDiperbarui 18 September 2025, 23:16 WIB
Xabi Alonso menjadi salah satu pemain penting Liverpool pada periode 2004-2009, Alonso eninggalkan The Reds dan menuju ke Real Madrid karena konflik kecil bersama pelatih Rafael Benitez. (AFP/Paul Ellis)

Liputan6.com, Jakarta Florian Wirtz dan Milos Kerkez sempat mendapat kritikan di awal karier mereka di Liverpool. Namun sejarah klub menunjukkan bahwa start lambat bukan akhir dari segalanya.

Rekrutan mahal Wirtz sempat kesulitan menembus pertahanan lawan. Meski begitu, ia mulai menunjukkan potensi gemilang yang bisa membuatnya menjadi ikon klub di masa depan.

Sementara itu, Kerkez kerap terlihat ceroboh di sisi kiri pertahanan. Ia bahkan harus ditarik keluar lebih awal saat melawan Burnley untuk menghindari kartu kedua.

Liverpool memiliki sejarah panjang pemain yang awalnya kesulitan beradaptasi. Beberapa dari mereka justru kemudian menjadi legenda yang dicintai suporter.

Berikut ini tujuh pemain Liverpool yang start-nya lambat tetapi akhirnya mengukir nama mereka dalam sejarah klub.


1. Xabi Alonso

Xabi Alonso mengakhiri masa kerjanya di Liverpool usai bersitegang dengan Rafael Benitez. Ia akhirnya dibeli Real Madrid seharga 30 juta poundsterling. Selama berkarier di Los Blancos, Xabi berhasil mempersembahkan gelar Liga Spanyol, Liga Champions, dan dua Copa del Rey. (AFP/Adrian Dennis)

Xabi Alonso dikenal sebagai salah satu gelandang terbaik di era modern, dengan kualitas yang sering dibandingkan dengan Rolls-Royce di lapangan. Ia kerap dianggap langsung bersinar di Liga Inggris dan menjuarai Liga Champions di musim debutnya bersama Liverpool.

Kenyataannya, Alonso membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri dengan sepak bola Inggris. Debutnya tidak mudah, dimulai dari kekalahan 0-1 di kandang Bolton Wanderers, kemudian kalah lagi di Chelsea dan Manchester United.

Namun, titik balik datang saat laga keempatnya di Liga Inggris. Masuk dari bangku cadangan saat tertinggal 0-2 dari Fulham, ia mencetak gol indah dari tendangan bebas jarak jauh dan menginspirasi Liverpool membalikkan skor menjadi 4-2.


2. Lucas Leiva

Lucas Leiva - Pemain berusia 34 tahun ini pernah bermain untuk Liverpool selama 10 tahun. Total gelandang bertahan ini telah tampil sebanyak 247 pertandingan bersama The Reds. (AFP/Andrew Yates)

Lucas Leiva sempat mendapatkan kritik keras dari fans Liverpool karena sering menggantikan Xabi Alonso di lini tengah. Banyak yang menilai ia terlalu lambat dan mudah ditekan lawan, membuat performanya kurang meyakinkan pada awalnya.

Puncak kritik datang saat laga imbang 0-0 melawan Fulham, di mana Lucas bahkan mendapat cemoohan dari suporter sendiri. Ia mengaku pengalaman itu menyakitkan, namun menjadi pelajaran penting untuk memahami ekspektasi penggemar dan meningkatkan performanya.

Meski bukan Xabi Alonso, Lucas akhirnya diterima dan dihargai fans Liverpool. Komitmen dan ketangguhannya di lapangan membuatnya meninggalkan klub sebagai sosok yang dicintai dan dianggap legenda Kop.

Lanjut Baca:

Awalnya, fans Liverpool butuh waktu untuk memahami kemampuan unik Dirk Kuyt. Ia bukan pemain glamor dan tidak memiliki teknik dribel atau penyelesaian seperti legenda Liverpool sebelumnya. Kuyt selalu bekerja keras, tapi gol datang tidak konsisten. Ia baru mencetak gol pertamanya di Liga Champions saat Liverpool kalah 2-1 dari AC Milan di final 2007. Namun, ia membuktikan dirinya lebih dari sekadar pekerja keras. Hat-trick melawan Manchester United membuat namanya tetap dikenang dalam sejarah klub.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya