Krisis! Manchester United Harus Pulangkan Ole Gunnar Solskjaer untuk Selamatkan Klub

Jamie O’Hara mendesak Manchester United meniru langkah Sheffield United dengan memulangkan Ole Gunnar Solskjaer di tengah krisis Ruben Amorim.

oleh Richard Andreas LuturmasDiperbarui 17 September 2025, 19:12 WIB
Usai Jose Mourinho dipecat pada 18 Desember 2018, Michael Carrick kembali dipercaya sebagai staf pelatih di Manchester United menjadi asisten pelatih Ole Gunnar Solskjaer mulai 19 Desember 2018 hingga 21 November 2021. (AFP/Pool/Dave Thompson)

Liputan6.com, Jakarta Manchester United tengah menghadapi tekanan besar setelah hasil buruk di awal musim Premier League. Di bawah asuhan Ruben Amorim, performa tim terpuruk hingga membuat posisinya semakin dipertanyakan. Kritik keras pun berdatangan dari berbagai pihak yang menilai situasi sudah darurat.

Sheffield United menjadi contoh yang diangkat dalam perdebatan ini. Klub Championship itu memecat Chris Wilder pada Juni lalu, namun tak lama kemudian memanggilnya kembali untuk kali ketiga setelah penggantinya gagal total. Langkah ini dinilai bisa ditiru United yang sedang kebingungan menentukan arah.

Salah satu yang mendorong wacana ini adalah Jamie O’Hara. Mantan pemain Tottenham itu menilai Ole Gunnar Solskjaer sebagai sosok tepat untuk dipanggil kembali, meski pernah dipecat tiga tahun lalu.


O’Hara Desak United Pulangkan Solskjaer

Ole Gunnar Solskjaer bersama maskot Manchester United. (AFP/Andrew Yates)

O’Hara menilai kondisi United di bawah Amorim sangat memprihatinkan. “Ini tim Man United terburuk yang pernah saya lihat. Jujur saja. Saya tidak percaya Ruben Amorim masih bertahan. Kapan mereka akan mengaku salah dan berhenti memaksakan ini?” katanya di talkSPORT.

Ia bahkan menyerukan agar United meniru langkah Sheffield United. “Lakukan apa yang Sheffield United lakukan, telan ego mereka. Pulangkan Ole Gunnar Solskjaer. Mereka tidak bisa terus begini. Mereka akan turun, musim depan bisa main lawan Rotherham,” tegasnya.

Pernyataan itu muncul di tengah krisis United yang kini tercecer di posisi ke-14 klasemen. Tekanan untuk segera mengambil keputusan besar kian nyata di Old Trafford.


Rekam Jejak Solskjaer dan Tekanan pada Amorim

Pelatih Manchester United, Ruben Amorim menyeka wajahnya dalam laga lanjutan Liga Inggris 2024/2025 melawan Brentford di Gtech Community Stadium, London, Inggris, Minggu (04/05/2025) waktu setempat. (AP Photo/PA/John Walton)

Solskjaer sebelumnya sempat membawa United finis di peringkat keenam dan kedua di Premier League, serta mencapai final Liga Europa 2021. Namun, ia dipecat pada November 2021 setelah performa tim menurun. Baru-baru ini, Solskjaer juga dilepas oleh Besiktas, namun O’Hara yakin ia tetap lebih baik dibanding Amorim.

Sementara itu, Amorim disebut hanya punya tiga laga tersisa untuk menyelamatkan pekerjaannya. United kabarnya harus membayar kompensasi besar jika memecatnya lebih cepat, namun desakan publik terus membesar.

Laga melawan Chelsea di Old Trafford akhir pekan ini akan jadi ujian penting. Amorim menghadapi tekanan terberat sejak datang ke Manchester, dengan catatan awal musim terburuk dalam 33 tahun terakhir menghantui langkahnya.

 
 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya