Liputan6.com, Jakarta - Hana terus berjuang mencari pekerjaan demi bisa mandiri. Namun tanpa ia tahu, setiap peluang yang coba ia raih selalu digagalkan oleh Ira yang diam-diam menghalangi semua lamaran kerjanya. Meski berkali-kali ditolak, Hana tidak menyerah. Ia tetap teguh ingin berdiri di atas kaki sendiri, tak mau bergantung pada siapa pun.
Di sisi lain, sebuah rahasia mulai terkuak. Vano secara tak sengaja menemukan test pack dengan hasil positif yang telah dibuang Misa. Tapi ia belum tahu siapa pemiliknya—pertanyaan besar mulai menggantung di pikirannya.
Advertisement
Hana pun mulai berada di titik terendah. Dalam keadaan letih, lusuh, dan kehilangan semangat, ia justru berpapasan dengan Ira yang malah mencemoohnya, merendahkan kehidupan Hana bersama Tian, dan menambah luka di hatinya.
Tian Hadapi Ujian di Pengadilan Agama
Sementara itu, Tian menghadapi ujian lain di pengadilan agama. Misa kembali mencoba menjebaknya dengan obat perangsang. Walau sempat kebingungan, Tian berhasil menguasai diri dan menolak Misa dengan tegas. Tak terima ditolak, Misa nekat mencari cara lain. Dalam keputusasaannya, ia bahkan meminum obat untuk menggugurkan kandungan—anak dari Vano—tanpa sadar bahwa Bima mendengarkan semua rencana jahatnya dari balik pintu. Kini, kebenaran tak bisa disembunyikan lagi. Vano tahu Misa sedang mengandung anaknya.
Malam harinya, hujan turun deras membasahi jalanan. Hana yang terduduk dalam keputusasaan tiba-tiba didatangi Tian, yang datang membawa payung. Meski Tian masih terpengaruh efek obat, keduanya larut dalam pelukan penuh emosi. Namun tanpa mereka sadari, dari kejauhan, Nathan menyaksikan semuanya. Hatinya hancur melihat wanita yang ia cintai memilih kembali ke pelukan suaminya.