Duel UCL Real Madrid vs Marseille Masuk Laga Risiko Tinggi Gara-gara Ultras yang Pernah Bikin Sekolah-sekolah di Villarreal Ditutup

Laga Real Madrid vs Marseille di Liga Champions diklasifikasikan berisiko tinggi, otoritas Spanyol waspadai kehadiran ultras Commandoultra 84.

oleh Dimas Ardi PrasetyaDiperbarui 16 September 2025, 17:05 WIB
Dari l) Gelandang Marseille asal Prancis #25, Adrien Rabiot, gelandang Marseille asal Denmark #23, Pierre-Emile Hojbjerg, penyerang Marseille asal Aljazair #09, Amine Gouiri, penyerang Marseille asal Inggris #10, Mason Greenwood, penyerang Marseille asal Inggris #17, Jonathan Rowe, bek Marseille asal Swiss #06, Ulisses Garcia, dan gelandang Marseille asal Inggris #08, Angel Gomes, berdiri di lapangan sebelum pertandingan persahabatan antara Olympique de Marseille (OM) dan Aston Villa di stadion Velodrome di Marseille, Prancis selatan pada 9 Agustus 2025. (Miguel MEDINA/AFP)

Liputan6.com, Jakarta Real Madrid akan menjamu Marseille di Santiago Bernabeu pada matchday pertama fase liga Liga Champions 2025/2026, Rabu (17/09/2025). Pertandingan ini bukan hanya spesial bagi tuan rumah, tetapi juga bagi Marseille yang kembali ke ajang elit setelah absen dua musim.

Namun, laga ini juga dibayangi kekhawatiran serius dari otoritas Spanyol. Kementerian Dalam Negeri resmi mengklasifikasikan duel tersebut sebagai pertandingan berisiko tinggi.

Hampir 4.000 suporter Marseille diperkirakan hadir langsung di Madrid. Kehadiran kelompok ultras legendaris mereka, Commando Ultra 84, jadi alasan utama meningkatnya level kewaspadaan.

Pihak keamanan Spanyol menyiapkan pengawasan ketat, mulai dari pemeriksaan identitas hingga aturan soal spanduk dan bendera. Situasi ini menambah tensi jelang duel yang sudah panas di atas lapangan.


Sekolah Ditutup Jelang Laga Villarreal vs Marseille 2024

Para pemain Marseille merayakan gol pada akhir pertandingan leg kedua babak 16 besar Liga Eropa UEFA melawan Villarreal CF di stadion La Ceramica, Vilarreal pada 14 Maret 2024. Marseille lolos ke perempat final Liga Eropa UEFA. (Jose Jordan/AFP)

Langkah ekstrem pernah dilakukan otoritas Spanyol pada Maret 2024 ketika Marseille menghadapi Villarreal di Liga Europa. Kala itu, laga juga dikategorikan berisiko tinggi dan sekolah-sekolah di Vilarreal bahkan sampai harus ditutup.

Langkah ini diambil untuk menghindari potensi bentrokan yang bisa melibatkan masyarakat sipil. Sekitar 1.200 pendukung Marseille hadir, dengan reputasi yang membuat warga setempat cemas.

Dewan kota bahkan meminta orang tua menjemput anak-anak lebih awal. "Kami tahu bahwa mereka tidak selalu pendukung yang damai, tetapi penggemar yang menjalani perjalanan ini dengan penuh semangat, sedikit kegilaan, dan bahkan bisa sedikit tidak terkendali," ujar salah satu kepala sekolah terdampak, seperti dilansir RMC Sport.

"Mereka tidak selalu ultras yang mewakili semua pendukung Marseille, dan itu tidak berarti semua penggemar Marseille seperti itu, tetapi mereka yang bepergian terkadang adalah mereka yang paling sering menyebabkan keributan, jadi langkah ini tampaknya tepat bagi kami," terangnya.


Insiden Panas di Bilbao pada 2016 dan 2018

Marseille juga punya catatan hitam di Bilbao dalam ajang Liga Europa. Pada 2016, bentrokan pecah di luar stadion antara suporter Basque dan kelompok Marseille yang melempar kursi serta proyektil lain.

Kekacauan itu melibatkan kelompok lain seperti pendukung Bordeaux, yang menambah kerumitan situasi. Bentrokan semacam ini semakin menguatkan citra keras suporter Marseille di mata Spanyol.

Lanjut Baca:

Dua tahun berselang, insiden kembali terjadi saat Marseille bertandang ke San Mames pada 2018. Bom asap dan serangan tajam terhadap aparat menambah daftar panjang masalah. Seorang polisi terluka di leher akibat benda tajam, sementara lainnya di tangan. Peristiwa ini membuat keamanan laga Marseille di Spanyol selalu jadi prioritas besar.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya