PPP Aceh Tegaskan Solid Bersama Mardiono Jelang Muktamar X

PPP Aceh bersama dengan seluruh DPC PPP se-Aceh telah menegaskan sikap untuk tetap bersama Mardiono

oleh Tim RegionalDiperbarui 14 September 2025, 16:32 WIB
Dewan Perwakilan Wilayah (DPW) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Aceh (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Sekretaris DPW PPP Aceh, Ilmiza mengatakan, sesuai dengan ketentuan AD/ART Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dewan perwakilan wilayah (DPW) PPP Aceh sudah melakukan konsolidasi secara menyeluruh. Hasilnya, Fungsionaris PPP di Aceh, baik DPW maupun DPC PPP tetap berkomitmen mendukung Muhamad Mardiono sebagai Ketua Umum DPP PPP mendatang.

"Hal ini sesuai dengan penegasan sikap DPC PPP se-Aceh yang berkomitmen mendukung Mardiono sebagai Ketua Umum DPP PPP," kata Imiza seperti dikutip dari siaran pers, Minggu (14/9/2025).

Ilmiza menegaskan, PPP Aceh bersama dengan seluruh DPC PPP se-Aceh telah menegaskan sikap untuk tetap bersama Mardiono. Penegasan disampaikan guna meluruskan pemberitaan yang mengatakan bahwa DPC PPP di Aceh masih terdapat perbedaan dalam dukungan calon ketua umum.

"Berita tersebut merupakan sikap tendensius yang tidak mendasar, sebab orang yang menyatakan pendapat itu sama sekali tidak pernah berkolaborasi bersama kader PPP di Aceh. Bahkan tidak pernah menjadi pimpinan PPP di Aceh," jelas Ilmiza.

Ilmiza menambahkan, pendapat yang mengatakan adanya perbedaan sikap DPC PPP dalam memberikan dukungan terhadap ketua umum PPP yanf mendatang, merupakan sikap pribadi dan tidak dapat dibuktikan secara fakta di lapangan.

"Dalam pertemuan yang berlangsung beberapa waktu lalu di Bireuen, DPC PPP se-Aceh telah bersikap secara tegas utk mendukung Mardiono. Penegasan sikap tersebut, disebabkan perhatian dan motivasi yang diberikan Plt. Ketua Umum untuk Aceh selama ini sangat besar," ungkap Imiza.

 

Beri Perhatian kepada PPP Aceh

Senada dengan itu, Darmansyah M. Daud sebagai ketua DPC PPP Aceh Besar memastikan belum ada satu orangpun ketua umum PPP yang memberikan perhatian sebesar yang diberikan oleh Mardiono kepada PPP di Aceh. Terlebih lagi disaat kekosongan kursi DPRK Aceh Besar selama dua periode.

"Kehadiran Plt. Ketum dengan berbagai bentuk motivasi, baik moral maupun finansial menghadapi pemilu, PPP Aceh Besar telah memperoleh 2 kursi yang selama ini kosong. Oleh karena itu, kami berharap tidak adanya oportunis dan oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab untuk merusak kekompakan dan keutuhan PPP di Aceh, " kata Darmansyah.

Kemudian Rizki, ketua DPC PPP Nagan Raya juga menuturkan, selama 3 periode PPP Nagan Raya tidak memiliki kursi di DPRK alias kosong. Dia menyebut, perjuangannya berat untuk mengembalikan kursi PPP Nagan Raya. Namun dia bersyukur bantuan moral dan finansial dari Mardiono membuat PPP Nagan Raya tampil sebagai pemenang.

"Kami memperoleh 4 kursi di DPRK dan telah menghantarkan kadernya menjadi ketua DPRK di Nagan Raya," ungkap Rizki.

Terakhir, Fauzan Jalil dan Tgk. Abdul Hamid, sebagai ketua DPC PPP Aceh Tengah dan Pidie Jaya, menegaskan bahwa PPP di Aceh bersepakat untuk memiliki sikap yang sama dalam mengusung calon ketua umum ke depan.

"Kami tidak mungkin berbeda antara satu dengan yang lain. Selama ini kami bersusah payah membangun dan berjuang untuk memperoleh suara PPP di daerah tanpa ada yang membantu, kecuali Plt. Ketua Umum Mardiono. Oleh karena itu, kami hanya mengenal dekat dengan ketua umum bapak Mardiono. Selain itu kami tidak pernah mengenal dan merasa terbantu oleh mereka, termasuk yang menamakan dirinya sebagai tokoh PPP Aceh," pungkas keduanya.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya