Pasca-Gelombang Protes Besar-besaran, Situasi Nepal Berangsur Normal

oleh Helmi FithriansyahDiterbitkan 13 September 2025, 15:45 WIB
Pasca-Gelombang Protes Besar-besaran, Situasi Nepal Berangsur Normal
Situasi keamanan di Kathmandu dan wilayah lain di Nepal berangsur kembali normal. Pihak berwenang setempat pada hari Sabtu 13 September 2025 telah mencabut pemberlakuan jam malam dan perintah pembatasan aktivitas warga di Lembah Kathmandu dan sejumlah wilayah lain di Nepal. Sejumlah pusat perbelanjaan kembali dibuka setelah tutup selama berhari-hari, sementara arus lalu lintas di Kathmandu, Nepal mulai kembali lancar. Sebelumnya, mantan Ketua Mahkamah Agung Sushila Karki pada Jumat (12/9/2025) resmi menjadi Perdana Menteri sekaligus menjadi perempuan pertama Nepal yang akan memimpin pemerintahan sementara. Sushila Karki akan memimpin masa transisi enam bulan ke depan menuju pemilu, setelah gelombang protes antikorupsi berdarah memaksa PM KP Sharma Oli mundur dari jabatannya.
Seorang penjual koran terlihat duduk di tepi jalan di Durbar Square, Kathmandu, Nepal pada 13 September 2025. (Arun SANKAR/AFP)
Seorang penarik becak menggunakan telepon seluler di Durbar Square, Kathmandu, Nepal pada 13 September 2025. (Arun SANKAR/AFP)
Situasi keamanan di Kathmandu dan wilayah lain di Nepal berangsur kembali normal. (Arun SANKAR/AFP)
Pihak berwenang setempat pada hari Sabtu 13 September 2025 telah mencabut pemberlakuan jam malam dan perintah pembatasan aktivitas warga di Lembah Kathmandu dan sejumlah wilayah lain di Nepal. (Arun SANKAR/AFP)
Sejumlah pusat perbelanjaan kembali dibuka setelah tutup selama berhari-hari, sementara arus lalu lintas di Kathmandu, Nepal mulai kembali lancar. (Pedro PARDO/AFP)
Sebelumnya, mantan Ketua Mahkamah Agung Sushila Karki pada Jumat (12/9/2025) resmi menjadi Perdana Menteri sekaligus menjadi perempuan pertama Nepal yang akan memimpin pemerintahan sementara. (Pedro PARDO/AFP)
Sushila Karki akan memimpin masa transisi enam bulan ke depan menuju pemilu, setelah gelombang protes antikorupsi berdarah memaksa PM KP Sharma Oli mundur dari jabatannya. (Arun SANKAR/AFP)

POPULER

    Berita Terkini Selengkapnya