Carragher Ingatkan Liverpool: Gagal Dapatkan Guehi Bisa Jadi Bumerang di Liga Inggris

Jamie Carragher menilai kegagalan Liverpool merekrut Marc Guehi dari Palace bisa menghantui mereka dalam perburuan gelar Liga Inggris.

oleh Dimas Ardi PrasetyaDiterbitkan 12 September 2025, 03:30 WIB
Selebrasi Bek Crystal Palace, Marc Guehi (kiri), setelah mencetak gol ke gawang Leeds United pada laga Liga Inggris 2022/2023 di Elland Road, Leeds (9/4/2023). Marc Guehi dapat diandalkan Arsenal sebagai pelapis sepadan di sektor bek tengah yang kini ditempati Gabriel Magalhaes dan William Saliba. The Gunners mesti bersaing dengan Manchester United untuk mendapatkan jasa pemain milik Crystal Palace yang baru saja melakoni debut bersama Timnas Inggris tersebut. (AFP/Oli Scarff)

Liputan6.com, Jakarta Liverpool sempat sangat dekat mendatangkan Marc Guehi dari Crystal Palace pada bursa transfer musim panas 2025. Kesepakatan transfer bahkan sudah tercapai dengan nilai £35 juta, dan sang bek sudah menjalani tes medis. Namun, transfer itu mendadak batal di menit akhir.

Crystal Palace menghentikan kesepakatan setelah manajer mereka, Oliver Glasner, mengancam mundur jika tim tidak mendapatkan pengganti sepadan. Keputusan tersebut membuat Guehi tetap bertahan di Selhurst Park. Liverpool pun harus melanjutkan musim tanpa tambahan amunisi di sektor pertahanan.

Kegagalan itu jelas meninggalkan tanda tanya besar. Guehi dianggap sebagai salah satu bek terbaik di Premier League dan bisa menambah kedalaman skuad The Reds. Tanpa dirinya, Liverpool kembali bergantung pada duet andalan Virgil van Dijk dan Ibrahima Konate.

Situasi inilah yang membuat legenda klub, Jamie Carragher, angkat bicara. Ia menilai langkah gagal itu bisa berdampak pada perjalanan Liverpool dalam mempertahankan gelar Premier League musim 2025/2026.


Carragher: Liverpool Bisa Menyesal Gagal Rekrut Guehi

Kapten Crystal Palace, Marc Guehi (kiri) menyundul bola saat pertandingan Liga Inggris melawan Newcastle United di Selhurst Park. (AFP)

Jamie Carragher menilai sektor pertahanan masih menjadi titik rawan Liverpool. Menurutnya, kegagalan merekrut Marc Guehi berpotensi menjadi masalah besar di tengah ketatnya persaingan Liga Inggris.

Carragher menegaskan bahwa kedalaman lini belakang The Reds belum cukup kuat. Mereka memang punya duet utama Van Dijk dan Konate, tetapi jika salah satu cedera, kualitas pengganti bisa menurun drastis.

“Mungkinkah mereka [Liverpool] menyesali [kehilangan Guehi]? Dengar, mereka baru menjalani tiga pertandingan, sembilan poin dari sembilan, dan mungkin belum bermain sebaik itu, jadi kita semua mungkin akan mengatakan mereka favorit besar, Liverpool. Tapi itu satu-satunya area [pertahanan] di mana hal itu bisa berbalik dan menghancurkan mereka karena mereka tidak benar-benar memiliki [pelindung] itu,” katanya kepada The Overlap Podcast.

“Yang didapat Guehi adalah memberi Liverpool persaingan di posisi bek tengah. Mereka tidak benar-benar memilikinya," sambung Carragher.


Cadangan di Lini Belakang Jadi Perhatian Carragher

Jamie Carragher. Semasa aktif bermain, Jamie Carrgaher hanya bermain untuk satu tim sepanjang kariernya, yaitu bersama Liverpool mulai 1996/1997 hingga 2012/2013. Ia total tampil dalam 737 laga bersama Liverpool di semua ajang dengan torehan 4 gol dan 18 assist. Usai pensiun, ia terjun sebagai komentator dan pundit di jaringan televisi Sky Sports mulai musim 2013/2014 bergabung bersama Grame Souness, Gary Neville dan Jamie Redknapp. Pada Juli 2020 ia melebarkan sayapnya ke jaringan televisi CBS Sports sebagai bagian dari tim yang mengulas khusus Liga Champions. (AFP/Pool/Peter Powell)

Carragher juga menyoroti dua opsi cadangan yang kini dimiliki Liverpool di posisi bek tengah. Ia menyebut situasi ini bisa jadi krusial jika salah satu pemain utama absen lama.

Joe Gomez, meski berpengalaman, masih kerap diganggu cedera yang membuatnya sulit tampil konsisten. Sementara Giovanni Leoni, bek muda asal Italia, memang memiliki prospek cerah, tetapi belum teruji menghadapi tekanan panjang di Premier League.

Menurut Carragher, kedalaman skuad justru bisa menjadi faktor penentu dalam perburuan gelar. Jika Van Dijk atau Konate harus menepi, maka risiko Liverpool kehilangan keseimbangan sangat besar.

“Mereka punya dua pemain inti dan dua pemain cadangan. Joe Gomez, yang juga rentan cedera, dan pemain muda dari Italia [Giovanni Leoni], ia akan menjadi prospek yang hebat, tetapi jika Anda berpikir jika salah satu dari mereka harus bermain selama beberapa bulan, itu akan menjadi perbedaan yang besar,” tegas Carragher.

(The Overlap Podcast)


Klasemen Liga Inggris

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya