Festival Hantu Lapar, Tradisi Menghormati Arwah Leluhur dan Momen Berbagi dengan Sesama

oleh Helmi FithriansyahDiterbitkan 11 September 2025, 14:15 WIB
Festival Hantu Lapar, Tradisi Menghormati Arwah Leluhur dan Momen Berbagi dengan Sesama
Festival Hantu Lapar secara luas dirayakan kalangan komunitas etnis Tionghoa dan dimaksudkan untuk menghormati dan memberi makan arwah yang berkeliaran. Tradisi yang telah berlangsung turun-temurun di kalangan komunitas Tionghoa ini bukan hanya bertujuan menghormati arwah leluhur, tetapi juga menjadi momentum berbagi dengan sesama. Usai prosesi keagamaan, masyarakat sekitar klenteng—terutama warga kurang mampu—memperoleh bahan makanan pokok yang telah disiapkan panitia.
Orang-orang berebut untuk mendapatkan bahan makanan yang dibagikan kepada masyarakat umum selama Festival Hantu Lapar di Kuil Gie Yong Bio, Lasem, Jawa Tengah, pada 10 September 2025. (Foto: AFP)
Festival Hantu Lapar secara luas dirayakan kalangan komunitas etnis Tionghoa dan dimaksudkan untuk menghormati dan memberi makan arwah yang berkeliaran. (Foto: AFP)
Tradisi yang telah berlangsung turun-temurun di kalangan komunitas Tionghoa ini bukan hanya bertujuan menghormati arwah leluhur, tetapi juga menjadi momentum berbagi dengan sesama. (Foto: AFP)
Usai prosesi keagamaan, masyarakat sekitar klenteng—terutama warga kurang mampu—memperoleh bahan makanan pokok yang telah disiapkan panitia. (Foto: AFP)

Rekomendasi

POPULER

    Berita Terkini Selengkapnya