Bukan Finishing, Faktor Ini yang Bikin Haaland Jadi Monster Gol!

Erling Haaland dikenal sebagai mesin gol Manchester City, tapi statistik membuktikan kehebatannya bukan sekadar finishing, melainkan hal yang lebih besar.

oleh Richard Andreas LuturmasDiperbarui 11 September 2025, 12:28 WIB
Pemain Timnas Norwegia, Erling Haaland, berebut bola dengan pemain Moldova dalam lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2026 di Ullevaal Stadium, Rabu (10/9/2025). (Cornelius Poppe/NTB via AP)

Liputan6.com, Jakarta Erling Haaland kembali menegaskan statusnya sebagai salah satu striker paling berbahaya di dunia. Hanya sepekan setelah mencatat rekor Premier League dengan 88 gol dalam 100 laga, ia melanjutkan kegemilangannya bersama tim nasional Norwegia.

Striker Manchester City itu menambah lima gol saat menghancurkan Moldova 11-1, membawa total koleksi golnya menjadi 48 dari 45 laga internasional. Itu merupakan hat-trick kelimanya untuk tim nasional.

Catatan ini melengkapi rekor sebelumnya di Borussia Dortmund, di mana Haaland mengemas 86 gol dalam 89 pertandingan. Dengan rasio gol luar biasa tersebut, wajar jika banyak yang menganggapnya sebagai finisher terbaik dunia.


Lebih dari Sekadar Finishing

Pemain Timnas Norwegia, Erling Haaland, melakukan selebrasi setelah mencetak gol ke gawang Moldova dalam lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2026 di Ullevaal Stadium, Rabu (10/9/2025). (Cornelius Poppe/NTB via AP)

Meski finishing Haaland sangat baik, statistik membuktikan bahwa kehebatannya tidak berhenti di situ. Berdasarkan peluang yang ia dapat sejak datang ke Premier League pada 2022, rata-rata pemain seharusnya mencetak sekitar 84 gol. Dengan kata lain, finishing Haaland hanya menyumbang tambahan empat gol lebih banyak, atau bahkan dua jika penalti dikecualikan.

Hal ini juga berlaku pada penyerang papan atas lain seperti Mohamed Salah atau Ollie Watkins, di mana kunci produktivitas terletak pada kemampuan menciptakan peluang berulang kali. Bedanya, Haaland unggul dalam cara ia menciptakan peluang itu sendiri.

Kritikus kerap menilai siapapun bisa mencetak banyak gol jika bermain di lini depan Manchester City. Namun, perbandingan dengan striker lain menunjukkan bahwa tidak ada pemain yang mampu mendapatkan peluang sebanyak dan sebaik Haaland.


Perbandingan dengan Aguero

Pesta gol ini dipimpin oleh penampilan monster dari Erling Haaland yang sukses mencetak lima gol. Seolah tak mau ketinggalan, pemain pengganti Thelo Aasgaard turut menyumbang empat gol spektakuler. (Cornelius Poppe/NTB via AP)

Sergio Aguero, yang lama menjadi ikon City, kerap dijadikan pembanding. Meski Aguero menembak lebih sering, jumlah golnya tidak setinggi Haaland. Dari sisi konversi peluang, Aguero bahkan lebih baik dengan tingkat finishing 2% di atas rata-rata historis.

Namun, Haaland mampu secara konsisten menciptakan peluang berkualitas tinggi untuk dirinya sendiri. Inilah yang membuatnya unggul dalam produktivitas gol secara keseluruhan.

Dengan kata lain, Aguero mungkin finisher lebih efisien, tetapi Haaland adalah pencetak gol yang lebih komplet karena kualitas peluang yang ia hasilkan.


Dominasi di Eropa

Jika menilik top striker di lima liga top Eropa sejak Haaland tiba di City, mayoritas harus memilih antara jumlah tembakan banyak tapi berkualitas rendah, atau sedikit tembakan dengan kualitas tinggi. Kylian Mbappe di Real Madrid termasuk kategori pertama, sedangkan Serhou Guirassy di Dortmund berada di kategori kedua.

Lanjut Baca:

Haaland tidak perlu memilih. Ia bisa menembak dalam jumlah banyak tanpa menurunkan kualitas peluang. Hanya segelintir pemain seperti Robert Lewandowski di Barcelona atau Goncalo Ramos di PSG yang punya catatan serupa. Inilah yang membuat Haaland begitu istimewa. Bahkan para penyerang kelas dunia di klub besar harus bekerja lebih keras untuk menandingi jumlah golnya, karena mereka tidak memiliki kombinasi kekuatan, kecepatan, dan insting yang sama.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya