Liputan6.com, Jakarta Hasil undian Ronde 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026 menempatkan Timnas Indonesia di Grup B bersama dua kekuatan besar Asia, Irak dan Arab Saudi. Seluruh laga dijadwalkan berlangsung di King Abdullah Sports City Stadium, Jeddah, yang membuat Garuda kembali merasakan atmosfer “kandang di negeri orang”.
Kans lolos otomatis hanya dimiliki sang juara grup, dan Arab Saudi masih jadi favorit utama. Namun, digelarnya pertandingan di venue netral setidaknya membuat Indonesia terhindar dari tekanan penuh stadion lawan. Situasi ini membuka ruang bagi Garuda untuk tampil lebih lepas tanpa harus terbebani sorakan publik tuan rumah.
Advertisement
Dukungan tambahan pun hadir dari para perantau Indonesia di Timur Tengah, terutama komunitas Garuda Saudi. Kehadiran mereka kerap menjadi tenaga ekstra bagi Skuad Garuda.
Masih segar dalam ingatan bagaimana stadion Jeddah dipenuhi warna merah putih pada duel Indonesia kontra Arab Saudi di Ronde 3, 5 September 2024, ketika pasukan Shin Tae-yong menahan imbang tuan rumah 1-1.
Sorakan tak henti dari Garuda Saudi saat itu bahkan membuat fans Arab terkesima. Mereka mengakui atmosfer dukungan untuk Rizky Ridho dkk begitu luar biasa hingga seakan-akan Indonesia benar-benar bermain di rumah sendiri.
Garuda Timur Tengah hingga Garuda Buana
Selain Garuda Saudi, dukungan juga akan datang dari komunitas Garuda Timur Tengah (GTT), yakni WNI yang berdomisili di kawasan Teluk seperti Qatar, Bahrain, Oman, UEA, hingga Kuwait.
Bahkan, ada pula kelompok Garuda Buana, suporter diaspora yang datang dari Belanda, Australia, Jepang, sampai Jerman.
Dengan begitu, meski statusnya tandang, perjuangan Garuda di Ronde 4 bakal serasa bermain di tanah air.
Berburu Tiket
Dalam wawancara dengan Bola.com, Ketua Garuda Saudi, Muhammad Erlangga, mengingatkan para pendukung untuk bersiap menghadapi “perang tiket”. Sistem pembelian yang full online dan kuota terbatas membuat persaingan cukup ketat.
“Satu akun maksimal hanya bisa membeli lima tiket. Berkaca dari laga sebelumnya, banyak kawan-kawan Garuda Saudi yang bahkan gagal mendapatkan tiket,” ungkap Erlangga.
Karena itu, Garuda Saudi akan lebih dulu memprioritaskan tiket bagi WNI yang berdomisili di Arab Saudi. Meski belum ada kepastian soal alokasi tiket untuk tim tamu, Erlangga yakin jumlah suporter Merah Putih di stadion tetap akan sangat banyak.
Ia pun memberikan masukan untuk Patrick Kluivert dalam menyiapkan tim. “Bulan Oktober di Arab Saudi masih cukup panas. Jadi kondisi fisik para pemain harus dijaga betul. Untungnya jadwal pertandingan kemungkinan digelar malam hari waktu setempat,” kata Erlangga menutup pembicaraan.
Sumber: Bola.com