WIKA Beton Catat Kontrak Baru Rp 2,53 Triliun hingga Agustus 2025

PT Wijaya Karya Beton Tbk. (WTON) menargetkan perolehan kontrak di kisaran Rp 7,6 triliun hingga Rp 8 triliun sepanjang tahun 2025.

oleh Gagas Yoga PratomoDiterbitkan 10 September 2025, 12:00 WIB
PT Wijaya Karya Beton Tbk (WIKA Beton) telah merampungkan proyek pembuatan bantalan rel (slab track) kereta cepat Jakarta-Bandung.

Liputan6.com, Jakarta PT Wijaya Karya Beton Tbk. (WTON) menargetkan perolehan kontrak di kisaran Rp 7,6 triliun hingga Rp 8 triliun sepanjang tahun 2025. Hingga Agustus 2025, perseroan telah membukukan kontrak baru senilai Rp 2,53 triliun.

Direktur Utama WTON, Kuntjara, mengatakan pencapaian tersebut masih ditopang oleh sektor infrastruktur dengan porsi 51,76% dan sektor industri sebesar 22,97%. Kontrak lainnya berasal dari sektor kelistrikan sebesar 13,45%, properti 9,29%, serta sektor tambang dan energi sebesar 2,53%.

“Target kontrak kita di tahun 2025 itu kisaran antara Rp 7,6 triliun sampai Rp 8 triliun dan itu adalah kontrak lama dan kontrak baru,” ujar Kuntjara dalam konferensi pers Pubex Live 2025, Selasa (9/9/2025).

Adapun sejumlah proyek strategis ikut menyumbang pencapaian kontrak baru WIKA Beton, di antaranya pengiriman produk untuk pembangunan Ciputra World Mall Makassar, Jembatan Akses Utama IKK Karawang, dan beberapa proyek lain.

Menurut Kuntjara, empat bulan terakhir di semester kedua akan menjadi penentu realisasi target. 

“Kalau itu berjalan, mungkin angka Rp 8 triliun itu akan tercapai. Tapi kalau tidak tercapai, setidak-tidaknya kita akan mencatatkan kontrak sekitar Rp 7,5 triliun,” jelasnya.

 

Fasilitas Kredit

Realisasi pengerjaan Light Rail Transit (LRT) Jakarta Fase 1B rute Velodrome-Manggarai yang dibangun oleh PT Waskita Karya (Persero) Tbk menyatakan telah mencapai 67,122 persen. (DOk WSKT)

Dari sisi pendanaan, Kuntjara menambahkan bahwa perseroan hingga saat ini masih mengandalkan fasilitas kredit dari perbankan. Adapun untuk pendanaan di semester dua, Perseroan masih mendapat kepercayaan dari pihak perbankan. Jadi kalau pun perlu, Perseroan hanya akan memanfaatkan menarik dana kredit konvensional.

Lebih lanjut, ia menegaskan perusahaan tidak memiliki rencana untuk menggalang dana melalui instrumen pasar modal. 

“Kami belum ada rencana melibatkan obligasi atau MTN seperti itu,” pungkasnya. 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya