Liputan6.com, Jakarta - Ganda campuran bulu tangkis peraih emas Olimpiade Rio 2016, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir kompak menilai Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu sebagai prospek menjanjikan di nomor ganda campuran.
Sebagaimana diketahui, pasangan muda itu baru saja menjadi juara di turnamen BWF World Tour Super 300, Taipei Open 2025 pada Mei lalu.
Advertisement
Keduanya juga telah mencatatkan debut di Kejuaraan Dunia pada akhir bulan lalu, meski langkahnya dihentikan di babak 16 besar oleh pasangan Malaysia Chen Tang Jie/Toh Ee Wei lewat pertarungan rubber game 21-14, 19-21, dan 17-21.
Bicara soal prospek perkembangan ganda campuran, Owi/Butet kompak menilai sektor yang pernah mereka bela mulai menunjukkan geliat kebangkitan lagi berkat hadirnya Jafar/Felisha.
Namun, keduanya mewanti-wanti agar juara Taipei Open 2025 itu tidak cepat puas, mengingat usia mereka masih muda. Liliyana juga secara spesifik meminta Jafar/Felisha menambah jam terbang sebagai bekal menghadapi pemain-pemain papan atas dunia.
"Kalau kita lihat, untuk atlet muda, Jafar/Felisha cukup menjanjikan. Tapi saya pernah bilang, jangan cepat puas karena masih awal, mereka masih di Super 300," ujar Liliyana Natsir saat ditemui awak media di sela-sela Audisi PB Djarum di Kudus, Selasa (9/9/2025).
Kelihatan di Super 500, belum terlalu stabil. Apalagi (melawan) pemain top, mereka masih mempelajari dan masih butuh pengalaman," imbuhnya.
Belajar dari Pemain Top
Lebih lanjut, Liliyana Natsir juga menyarankan Jafar/Felisha agar mempelajari video pertandingan pemain-pemain papan atas ganda campuran saat ini.
Menurut dia, hal itu penting untuk memberi gambaran bagaimana harus bertindak saat menghadapi poin-poin kritis di pertandingan.
"Kalau dilihat dari permainan, (Jafar/Felisha sebenarnya) imbang, dibandingkan dengan pemain-pemain top. Hanya saja, di akhir finishing-nya, lalu poin-poin ketatnya itu yang kadang-kadang (terlihat) kurang pengalaman," kata Liliyana lagi.
"Itu didapat mungkin nanti seiring berjalannya waktu, dan si atletnya sendiri juga harus belajar dengan nonton, video-video pemain-pemain yang sekarang top, (agar tahu) cara bermainnya seperti apa, kalau nanti bermain lawan mereka harus bagaimana, t-trik di poin-poin kritis itu seperti apa, mentalnya atau gestur badannya, itu juga mempengaruhi," pungkasnya.