Striker Irak Dituding Tak Profesional Usai Lakukan Tekel Keras ke Chanathip Songkrasin, Timnas Indonesia Harus Waspada

Nama Mohanad Ali mendadak jadi bahan perbincangan usai melancarkan tekel berbahaya kepada kapten Thailand, Chanathip Songkrasin, di final Piala Raja Thailand 2025.

oleh Ari Rachman PrayogaDiperbarui 09 September 2025, 19:24 WIB
Selebbrasi Mohanad Ali dalam laga Thailand vs Irak di final King's Cup 2025, Minggu (7/9/2025). (Iraq National Team Official)

Liputan6.com, Jakarta Nama Mohanad Ali mendadak jadi bahan perbincangan usai melancarkan tekel berbahaya kepada kapten Thailand, Chanathip Songkrasin, di final Piala Raja Thailand 2025. Aksi tersebut mencuri perhatian publik karena dilakukan di laga bergengsi yang mempertemukan Irak dengan tuan rumah Thailand.

Meski insiden itu sempat memanaskan suasana, Irak tetap berhasil meraih gelar juara setelah mengalahkan Thailand 1-0 di Kanchanaburi Province Stadium. Kemenangan ini melengkapi performa positif Irak, yang sebelumnya menyingkirkan Hong Kong dengan skor 2-1 pada babak semifinal.

Gol semata wayang dari Mohanad Ali pada menit ke-75 memastikan trofi berpindah tangan ke Irak. Tambahan gelar ini juga menjadi modal berharga bagi mereka menjelang putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia, di mana Irak akan bersua Arab Saudi dan Indonesia pada Oktober mendatang.

Namun keberhasilan tersebut tidak sepenuhnya membawa pujian. Tingkah laku Mohanad Ali di penghujung laga justru menuai kritik tajam.


Aksi Kasar

Selebbrasi Mohanad Ali dalam laga Thailand vs Irak di final King's Cup 2025, Minggu (7/9/2025). (Iraq National Team Official)

Striker berusia 25 tahun itu melakukan pelanggaran keras kepada Chanathip, hingga membuat gelandang berusia 31 tahun tersebut terkapar kesakitan.

Rekaman yang beredar di media sosial memperlihatkan kaki kanan Ali menghantam tulang kering kiri Chanathip dari arah belakang. Chanathip langsung terjatuh dan berguling sambil meringis menahan rasa sakit.

Tanpa ragu, wasit asal Malaysia, Nazmi Nasaruddin, mengeluarkan kartu merah untuk Ali. Meski begitu, sang pemain sempat melancarkan protes terhadap keputusan tegas tersebut.

Aksi brutal itu memicu ketegangan di antara kedua tim. Beberapa pemain tampak saling dorong sebelum akhirnya dipisahkan.


Menuai Kecaman

Pemain Timnas Irak, Mohanad Ali. (Hussein FALEH / AFP)

Pelatih Thailand, Masatada Ishii, menjadi salah satu pihak yang mengutuk keras tindakan tersebut. Menurutnya, pelanggaran seperti itu tidak pantas dilakukan oleh seorang atlet profesional.

“Performa Chanathip sejatinya luar biasa. Tetapi tekel itu sungguh tidak pantas. Seorang pesepak bola profesional seharusnya tidak melakukan hal semacam itu,” kata Ishii.

Irak selanjutnya akan melanjutkan perjuangan di Kualifikasi Piala Dunia 2026. Pada laga perdana, mereka dijadwalkan menantang Indonesia di King Abdullah Sports City, Jeddah, 12 Oktober 2025, lalu bersua Arab Saudi tiga hari berselang.

Mohanad Ali sendiri sudah dua kali berhadapan dengan Timnas Indonesia. Ia sempat mencetak gol saat Irak menang 5-1 di Basra, dan tampil sebagai pemain cadangan ketika mereka menang 2-0 di Jakarta.

Sumber: Bola.com

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya