Rekap Hasil 6 Laga Timnas Indonesia Era Patrick Kluivert: Hasilnya Sudah Memuaskan?

Patrick Kluivert resmi ditunjuk sebagai pelatih Timnas Indonesia pada awal 2025

oleh Asad ArifinDiperbarui 09 September 2025, 18:43 WIB
Pelatih kepala Timnas Indonesia, Patrick Kluivert bersama asisten pelatih Alex Pastoor (kiri) dan Denny Landzaat (kanan) saat laga FIFA Matchday melawan Chinese Taipei di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, Jumat (05/09/2025). (Bola.com/Abdul Aziz)

Liputan6.com, Jakarta Patrick Kluivert resmi ditunjuk sebagai pelatih Timnas Indonesia pada awal 2025. Pria asal Belanda menggantikan Shin Tae-yong, sosok yang dianggap berhasil meletakkan fondasi penting bagi kebangkitan sepak bola Indonesia.

Penunjukan Kluivert sempat menimbulkan pro dan kontra. Rekam jejaknya sebagai pelatih tidak segemerlap kariernya sebagai pemain. Namun, pria asal Belanda itu mendapat dukungan penuh, terutama dari staf kepelatihan yang punya reputasi mentereng.

Hingga September 2025, Kluivert telah mendampingi Indonesia dalam enam laga resmi maupun uji coba. Berikut rekap hasilnya dan gambaran performa Garuda di bawah asuhannya.


Australia 5–1 Indonesia

Kevin Diks menendang penalti ke gawang Australia namun gagal. Timnas Indonesia kalah 1-5 di Allianz Stadium, Sydney, Kamis (20/3/2025). (AFP/David Gray)

Laga perdana Patrick Kluivert bersama Timnas Indonesia berlangsung sulit. Melawan Australia di ajang Kualifikasi Piala Dunia 2026, Garuda tak kuasa menahan dominasi tuan rumah dan harus mengakui keunggulan 5–1. Gol hiburan Indonesia menjadi satu-satunya catatan positif di tengah rapatnya pertahanan Australia dan agresivitas lini depan mereka.

Meski kalah telak, laga ini memberi pelajaran penting bagi Kluivert. Ia bisa melihat langsung kelemahan transisi bertahan dan rapuhnya lini belakang saat menghadapi tim dengan intensitas tinggi. Kekalahan ini menjadi titik awal untuk membenahi struktur permainan Indonesia.


Indonesia 1–0 Bahrain

Pemain Timnas Indonesia, Ole Romeny dan Marselino Ferdinan melakukan selebrasi setelah mencetak gol ke gawang Bahrain pada laga kedelapan putaran ketiga Grup C kualifikasi Piala Dunia 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa (25/3/2025) malam WIB. (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Empat hari berselang, Indonesia menunjukkan perkembangan berarti. Menghadapi Bahrain, Garuda tampil lebih disiplin dan mampu mengunci kemenangan 1–0. Gol semata wayang tercipta lewat serangan cepat yang dieksekusi dengan baik oleh lini depan.

Kemenangan ini memberi kepercayaan diri besar bagi pemain maupun Kluivert. Selain itu, hasil ini menegaskan bahwa Indonesia bisa kompetitif jika bermain solid dan efektif. Perubahan pendekatan taktik terlihat lebih matang dibanding laga debut sebelumnya.


Indonesia 1–0 China

Timnas Indonesia bertarung melawan China pada lanjutan putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia grup C di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (5/6/2025). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Pertandingan melawan China PR menjadi momen penting karena Indonesia sukses meraih kemenangan kedua berturut-turut di bawah Kluivert. Garuda menang tipis 1–0 berkat permainan disiplin serta pressing yang cukup efektif di lini tengah.

Kemenangan ini juga menunjukkan peningkatan koordinasi antarlini. Lini belakang tampil lebih rapi, sementara gelandang mampu menjaga ritme permainan. Secara keseluruhan, hasil ini semakin menguatkan pondasi taktik Kluivert untuk Timnas.


Jepang 6–0 Indonesia

Gelandang Jepang, Wataru Endo (kiri), berebut bola dengan gelandang Indonesia, Beckham Putra Nugraha (tengah), dalam pertandingan kualifikasi Piala Dunia Grup C Asia antara Jepang dan Indonesia di Osaka pada 10 Juni 2025. (PAUL MILLER/AFP)

Laga kontra Jepang menjadi ujian berat. Bermain di kandang lawan, Indonesia kalah telak 6–0. Tim Samurai Biru memperlihatkan kualitas jauh di atas Garuda, terutama dalam hal kecepatan, kombinasi serangan, dan efektivitas penyelesaian.

Lanjut Baca:

Kekalahan telak ini menunjukkan masih adanya kesenjangan besar antara Indonesia dan tim papan atas Asia. Namun, duel tersebut memberi gambaran jelas bagi Kluivert tentang level yang harus dicapai Indonesia bila ingin bersaing di panggung lebih tinggi.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya