Pemain Timnas U-23 yang Belum Diturunkan Gerald Vanenburg, Cadangan Mati?

Pelatih Timnas Indonesia U-23, Gerald Vanenburg, sejauh ini masih memiliki sejumlah pemain yang belum mendapatkan kesempatan bermain pada dua laga Grup J Kualifikasi Piala Asia U-23 2026.

oleh Mochamad Rizal Ahba OhorellaDiterbitkan 08 September 2025, 15:52 WIB
Pelatih kepala Timnas Indonesia U-23, Gerald Vanenburg saat laga Kualifikasi Piala Asia U-23 2026 melawan Makau di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Jawa Timur, Sabtu (06/09/2025). (Bola.com/Abdul Aziz)

Liputan6.com, Jakarta Jakarta – Pelatih Timnas Indonesia U-23, Gerald Vanenburg, sudah melakukan rotasi cukup besar dalam dua laga Grup J Kualifikasi Piala Asia U-23 2026. Namun, masih ada sejumlah pemain yang belum diberi kesempatan tampil sama sekali.

Dari dua pertandingan awal kontra Laos dan Makau, hanya Arkhan Fikri, Toni Firmansyah, Kakang Rudianto, dan Rayhan Hannan yang selalu tampil sebagai starter. Sementara itu, posisi lain lebih banyak mengalami perombakan sesuai kebutuhan tim.

Meski rotasi terus berjalan, beberapa nama masih harus puas duduk di bangku cadangan tanpa menit bermain. Situasi ini pun menimbulkan pertanyaan, apakah mereka hanya akan jadi "cadangan mati" sepanjang turnamen?


1. Daffa Fasya

Daffa Fasya saat pertandingan Timnas Indonesia melawan Laos di laga kedua Grup B Piala AFF 2024 di Stadion Manahan, Solo, Kamis (12/12/2024). (Bola.com/Abdul Aziz)

Performa impresif penjaga gawang Timnas Indonesia U-23, Cahya Supriadi, tampaknya membuat Gerald Vanenburg dan jajarannya tak ingin gegabah dalam melakukan rotasi pemain di bawah mistar gawang. 

Inilah yang membuat Daffa Fasya harus puas menjadi penghangat bangku cadangan pada dua pertandingan Grup J Kualifikasi Piala Asia U-23 2026. Kiper Borneo FC ini hanya bisa mendukung rekan-rekannya dari bench.

Bukan tidak mungkin, Daffa masih akan tetap bertahan di bangku cadangan saat melawan Korea Selatan U-23, jika mempertimbangkan performa Cahya Supriadi yang sudah mengukir dua cleansheet di ajang ini.


2. Muhammad Ardiansyah

Penjaga gawang Timnas Indonesia, Muhammad Ardiansyah saat merayakan kemenangan atas Thailand di babak Semifinal Piala AFF U-23 2025 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Jakarta, Jumat (25/7/2025). Indonesia unggul adul penalti dengan skor 7-6 (1-1). (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Sosok lainnya yang juga menjadi korban penampilan impresif Cahya Supriadi di bawah mistar gawang Timnas Indonesia U-23 ialah Muhammad Ardiansyah. Sama seperti nama sebelumnya, Ardiansyah juga harus duduk manis di bangku cadangan.

Padahal, Ardiansyah sebetulnya adalah penjaga gawang utama Timnas Indonesia U-23 di bawah asuhan Gerald Vanenburg. Dia menjadi kiper nomor satu saat skuad Garuda Muda menghadapi Piala AFF U-23 2025.

Pada kejuaraan itu, kiper PSM Makassar ini mendapatkan kesempatan bermain sebanyak empat kali, termasuk di final. Sayangnya, posisinya tergusur oleh Cahya yang punya performa oke di kompetisi domestik.


3. Salim Tuharea

Aksi Salim Tuharea bersama Arema FC pada laga BRI Liga 1 2024/2025 (c) PT LIB

Salim Tuharea menjadi satu-satunya pemain Timnas U-23 yang belum mendapat menit bermain di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026. Winger 21 tahun milik Arema FC ini berstatus pendatang baru setelah tak masuk skuad Garuda Muda di Piala AFF U-23 2025.

Persaingan ketat di sektor sayap membuatnya sulit menembus tim utama. Minim pengalaman internasional, Salim pun harus puas duduk di bangku cadangan sejauh ini.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya