FIFA Matchday: Nonton Streaming Timnas Indonesia vs Lebanon di SCTV dan Indosiar

Timnas Indonesia kembali bersiap menjalani agenda FIFA Matchday dengan menantang Lebanon. Duel persahabatan ini akan dimainkan pada Senin, 8 September 2025, mulai pukul 20.30 WIB.

oleh Gia Yuda PradanaDiterbitkan 08 September 2025, 18:30 WIB
Pemain Timnas Indonesia, Eliano Reijnders dalam laga FIFA Matchday melawan Chinese Taipei di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, Jumat (06/07/2025). (Bola.com/Abdul Aziz)

Liputan6.com, Jakarta Timnas Indonesia kembali bersiap menjalani agenda FIFA Matchday dengan menantang Lebanon. Duel persahabatan ini akan dimainkan pada Senin, 8 September 2025, mulai pukul 20.30 WIB.

Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, ditunjuk sebagai venue pertandingan yang diperkirakan akan dipadati suporter. Bagi penonton di rumah, laga bisa disaksikan lewat siaran langsung di SCTV dan Indosiar, sementara platform Vidio menyediakan opsi live streaming agar setiap momen dapat diikuti dengan mudah.

Pertemuan ini menjadi bagian krusial dari persiapan menuju putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia. Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menilai uji coba melawan Lebanon sebagai “tes sesungguhnya” bagi Garuda. Pertandingan ini dipandang sebagai simulasi penting sebelum menghadapi tantangan berat melawan Arab Saudi dan Irak pada Oktober mendatang.


Jadwal Siaran Langsung dan Live Streaming Indonesia vs Lebanon

Pemain Timnas Indonesia, Yakob Sayuri menggiring bola dalam laga FIFA Matchday melawan Chinese Taipei di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, Jumat (05/09/2025). (Bola.com/Abdul Aziz)
  • Kompetisi: FIFA Matchday
  • Pertandingan: Indonesia vs Lebanon
  • Tempat: Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya
  • Hari, tanggal: Senin, 8 September 2025
  • Jam kick-off: 20.30 WIB
  • Siaran langung: SCTV, Indosiar
  • Live streaming: Vidio
  • Link streaming: Klik di sini

PERHATIAN: Live streaming konten sport di Vidio bisa diakses dengan berlangganan. Ada berbagai pilihan paket dengan harga mulai Rp45.000 per bulan. Harga bisa berubah di luar kebijakan redaksi.


Ujian Sesungguhnya bagi Garuda

Pelatih kepala Timnas Indonesia, Patrick Kluivert saat laga FIFA Matchday melawan Chinese Taipei di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, Jumat (05/09/2025). (Bola.com/Abdul Aziz)

Pertemuan dengan Lebanon dipandang sebagai ujian nyata bagi Timnas Indonesia. Usai kemenangan besar 6-0 atas Chinese Taipei, Garuda kini harus menghadapi lawan yang lebih tangguh. Lebanon menempati peringkat 112 FIFA, hanya sedikit lebih tinggi dari Indonesia yang berada di posisi 117.

Pelatih Lebanon, Miodrag Radulovic, tak ragu mengakui perkembangan signifikan yang ditunjukkan Indonesia. Pengakuan itu menegaskan bahwa Garuda kini mulai mendapat respek di level internasional. Bagi tim asuhan Patrick Kluivert, laga ini sekaligus menjadi tolok ukur penting dalam mengukur progres yang telah dicapai.

Stadion Gelora Bung Tomo kembali dipercaya sebagai tuan rumah pertandingan. Kehadiran ribuan suporter diharapkan mampu menjadi energi tambahan bagi para pemain. Dukungan penuh dari tribune kandang kerap menjadi faktor penentu dalam laga-laga besar semacam ini.


Kekuatan Baru Timnas Indonesia

Pemain Timnas Indonesia, Miliano Jonathans (kanan) berusaha melewati penjagaan pemain Chinese Taipei, Huang Tzu-ming dalam laga FIFA Matchday di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, Jumat (05/09/2025). (Bola.com/Abdul Aziz)

Kekuatan Timnas Indonesia ditopang sejumlah pemain diaspora yang merumput di kompetisi Eropa. Kehadiran mereka diharapkan mampu mendongkrak kualitas permainan Garuda secara signifikan di level internasional.

Lanjut Baca:

Skuad juga makin dalam dengan masuknya nama-nama baru seperti Miliano Jonathans dan Mauro Zijlstra. Perpaduan pemain berpengalaman dengan talenta muda menjanjikan kinerja yang lebih stabil, sekaligus menegaskan keseriusan PSSI dalam membangun tim yang kompetitif untuk jangka panjang. Laga ini sendiri akan menjadi pertemuan pertama Indonesia dan Lebanon di level senior. Meski begitu, catatan pertemuan di kelompok U-23 sudah pernah terjadi pada Kualifikasi Olimpiade 2004 dan 2008. Dari empat duel, Indonesia hanya mencatat satu kemenangan, sementara Lebanon mendominasi dengan tiga kali menang.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya