Liputan6.com, Kyiv - Serangan rudal dan pesawat nirawak (drone) Rusia mengguncang Kyiv pada Minggu (7/9/2025) dini hari, menewaskan sedikitnya tiga orang dan melukai 18 lainnya. Untuk pertama kalinya sejak invasi berlangsung, gedung pemerintahan Ukraina ikut terdampak.
Asap tebal terlihat mengepul dari atap Gedung Kabinet Ukraina, kantor para menteri negara itu. Perdana Menteri Yulia Svyrydenko menyebut bagian atap dan lantai atas gedung rusak akibat serangan.
Advertisement
"Untuk pertama kalinya, gedung pemerintah rusak akibat serangan musuh," ujarnya, dikutip dari laman Al Jazeera, Minggu (7/9).
"Kami bisa memulihkan bangunan, tetapi nyawa yang hilang tidak akan pernah kembali."
Selain menghantam pusat pemerintahan, serangan juga menyebabkan kebakaran di sejumlah gedung apartemen bertingkat di distrik Darnytskyi dan Sviatoshynskyi. Korban tewas termasuk seorang bayi berusia satu tahun dan seorang perempuan muda.
Ledakan keras terdengar beruntun di berbagai penjuru ibu kota, yang diyakini sebagai respons sistem pertahanan udara Ukraina. Namun, puing-puing drone yang jatuh tetap menimbulkan kebakaran dan kerusakan serius.
Serangan ini juga mengakibatkan pemadaman listrik di beberapa bagian Kyiv. Warga terpaksa berlindung di tempat penampungan bawah tanah semalam suntuk.
Svyrydenko mendesak komunitas internasional memperketat tekanan terhadap Rusia. "Dunia harus merespons dengan tindakan nyata. Sanksi terhadap minyak dan gas Rusia harus diperkuat," katanya.