Simon Tahamata Minta PSSI Hati-Hati Pilih Kandang Timnas Indonesia, Sarankan Tiru Belanda

Simon Tahamata menilai pertandingan besar Timnas Indonesia harusnya tetap digelar di Jakarta, alih-alih digulirkan di daerah lain. Dia menyarankan PSSI meniru langkah Belanda yang hanya memainkan Oranje di dua tempat.

oleh Theresia Melinda IndrasariDiterbitkan 05 September 2025, 13:28 WIB
Pendukung Garuda Muda memenuhi area tribun jelang laga lanjutan Grup A Piala AFF U-23 2025 antara Timnas Indonesia melawan Malaysia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (21/7/2025). Kepala Pencari Bakat Simon Tahamata mengagumi atmosfer GBK dan menilai laga-laga besar Timnas Indonesia harusnya tetap digelar di lokasi tersebut. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Liputan6.com, Jakarta Kepala pemandu bakat alias head of scouting PSSI, Simon Tahamata, mengomentari pemilihan kandang Timnas Indonesia dalam rangkaian laga internasional September.

Sebagaimana diketahui, skuad U-23 dan senior saat ini sedang kompak berada di Jawa Timur untuk melakoni Kualifikasi Piala Asia U-23 2026 serta FIFA Matchday.

Garuda Muda racikan Gerald Vanenburg kebagian menghadapi lawan-lawan grup J di Stadion Gelora Delta Sidoarjo mulai 3-9 September 2025.

Sementara itu, Timnas Indonesia asuhan Patrick Kluivert diagendakan menantang Chinese Taipei dan Lebanon di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, Jumat (5/9/2025) serta Senin (8/9/2025) mendatang.

Mengomentari ini, Simon Tahamata blak-blakan menilai federasi harusnya tetap menunjuk Jakarta sebagai tuan rumah pertandingan tim nasional, terutama untuk Kualifikasi Piala Asia U-23.

Menurut dia, GBK jadi lokasi yang lebih pas bagi Indonesia bersaing di laga penting sebab pasukan Merah Putih selalu dibanjiri dukungan suporter di sana.


Komentar Simon Tahamata

Kepala Pemandu Bakat PSSI, Simon Tahamata memberi keterangan di sela-sela sesi latihan timnas Indonesia di Stadion Madya, Kompleks Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (2/5/2025). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

"Lalu, kita bermain di sini, di Jakarta, daripada di (Sidoarjo, Jawa Timur). Di sini (Jakarta) adalah rumah (Timnas Indonesia). Kita harusnya bermain di GBK. Itu adalah stadion yang bagus," ujar Simon pada Kamis (4/9/2025), dilansir dari Antara.

"Karena saya menyaksikan di televisi, tidak banyak penonton yang hadir. (Tiket) tidak terjual habis. Di sini (Jakarta) selalu habis. Dan, bagaimana masyarakat Indonesia bereaksi terhadap pemain (di Jakarta), itu sangat mengagumkan," tambah dia.


Sarankan Tiru Timnas Belanda

Head of Scouting atau Kepala Pemandu Bakat Timnas Indonesia, Simon Tahamata memberikan keterangan di depan media saat latihan perdana di Jakarta menjelang Putaran Ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 melawan China yang berlangsung di Stadion Madya, Kompleks Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Senin (02/06/2025). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Lebih lanjut, Simon Tahamata menilai PSSI harusnya meniru Belanda dalam hal pemilihan kandang untuk tim nasional. Oranje tidak pernah dimainkan di tempat lain selain Amsterdam atau Rotterdam.

Demikian halnya dengan skuad Garuda, head of scouting PSSI menilai laga-laga besar Timnas Indonesia harusnya digelar di Jakarta, sedangkan pertandingan persahabatan bisa digulirkan di daerah lain.

"Di Belanda juga timnas bermain hanya di dua stadion, apakah itu di Amsterdam atau Rotterdam. Tidak pernah bermain di Eindhoven. Mereka (PSV Eindhoven) memang punya klub yang besar, tapi (Timnas Belanda) tidak bermain di sana, (hanya) main di Ajax Amsterdam atau Feyenoord Rotterdam," kata Simon lagi.

"Itu juga sama dengan di sini. Saya katakan mereka harus membuat keputusan. Mainkan laga besar di sini (di Jakarta) dan laga persahabatan di luar seperti Medan, Bali. Hal Itu bisa membantu tim," pungkasnya.


Timnas U-23 Gagal Menang di Laga Perdana

Hingga akhir babak pertama, tim asuhan pelatih Gerald Vanenburg tertinggal 0-1 dari Vietnam. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Tampil di Sidoarjo, Timnas Indonesia U-23 gagal memetik kemenangan dalam laga perdana grup J Kualifikasi Piala Asia U-23 2025.

Skuad racikan Gerald Vanenburg dipaksa puas mendulang satu poin setelah bermain imbang tanpa gol dengan Laos pada Rabu (3/9/2025) lalu.

Sementara itu, Timnas Indonesia senior baru akan memulai perjuangannya di FIFA Matchday pada Jumat (5/9/2025) dengan menghadapi Chinese Taipei.

Rangkaian uji coba ini menjadi momen penting sebab merupakan sarana persiapan skuad Garuda jelang tampil di putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya