Liputan6.com, Jakarta Banyak orang menganggap tagihan yang mereka bayarkan bersifat tetap dan tidak bisa ditawar. Padahal, kenyataannya hampir semua tagihan bisa dinegosiasikan.
Dikutip dari CNBC, Senin (8/9/2025), perusahaan biasanya memasang harga dengan sedikit “bantalan” alias dinaikkan dari harga dasar karena mereka tahu sebagian pelanggan akan meminta penawaran yang lebih baik meski faktanya, sebagian besar orang jarang melakukannya.
Advertisement
Tagihan internet, bunga kartu kredit, premi asuransi, hingga biaya bank bisa ditekan hanya dengan satu panggilan telepon.
Dikutip dari CNBC, Senin (8/9/2025), meski tidak selalu langsung mendapat potongan harga, kamu tetap bisa memperoleh tarif lebih rendah, layanan lebih baik, atau keuntungan tambahan jika tahu cara bernegosiasi.
Mantan pialang Wall Street Rose Han yang kini menjadi pendidik keuangan, YouTuber, sekaligus penulis buku Add a Zero, membagikan salah satu strategi utama yang ia gunakan untuk melunasi utangnya sebesar USD 100.000 atau kurang lebih Rp 1,6 miliar (estimasi kurs Rp 16.400 per USD).
Dengan perubahan cara pandang terhadap keuangan, Han berhasil melangkah lebih jauh hingga siap meraih satu juta dolar pertamanya di usia 32 tahun.
Berikut cara melakukannya:
Trik Negosiasi #1: Strategi Penjangkaran
Dalam negosiasi, harga pembuka membentuk arah pembicaraan. Jika angka awal datang dari penjual, biasanya menguntungkan mereka. Karena itu, ambil kendali dengan mengajukan angka pertama.
Jangan mulai dari harga tinggi mereka lalu menurunkan; mulailah dari angka yang lebih rendah, lalu naik jika perlu. Strategi ini disebut penjangkaran—angka awal menjadi titik acuan bagi seluruh percakapan.
Contoh (beli mobil bekas): Dealer: USD 15.000.
Tanpa jangkar: “USD 15.000 terdengar tinggi. Bisa lebih murah?”
Dengan jangkar: “Model serupa dengan jarak tempuh ini banyak dihargai sekitar USD 12.000. Itu kisaran yang saya bayangkan.”
Agar efektif: lakukan riset dan ajukan angka jangkar yang kredibel. Hindari angka asal; dukung dengan data atau iklan pembanding sebanyak mungkin.
Trik Negosiasi #2: Framing
Membingkai berarti menyampaikan permintaan dengan menekankan manfaat bagi lawan bicara, bukan hanya untuk diri sendiri. Orang lebih mudah berkata “ya” jika mereka melihat keuntungan yang didapat.
Contoh (asuransi mobil):
Tanpa bingkai: “Bisakah Anda menurunkan tarif asuransi saya?”
Dengan bingkai: “Saya sudah lima tahun punya catatan mengemudi bersih. Sebagai pengemudi berisiko rendah, saya ingin tarif yang mencerminkan riwayat ini sekaligus membantu Anda mempertahankan pelanggan setia.”
Versi berbingkai menyoroti nilai bagi perusahaan: pengemudi aman dan loyalitas pelanggan. Semakin tepat Anda memahami apa yang mereka inginkan, semakin besar peluang Anda berhasil. Dan pada dasarnya, hampir semua bisnis menginginkan tiga hal: retensi pelanggan, rekomendasi, dan pendapatan.
Praktik Pembingkaian dan Penjangkaran
Periksa kembali tagihan dan pengeluaran kamu. Buat daftar perusahaan yang ingin dihubungi, lalu susun target negosiasi jika perlu.
Beberapa yang bisa jadi titik awal:
- Paket telepon seluler
- Layanan internet
- Layanan streaming
- Asuransi (mobil, rumah, penyewa)
- Suku bunga kartu kredit
- Keanggotaan pusat kebugaran
- Tagihan medis
Mulailah dari perusahaan yang paling mudah dihubungi, misalnya tagihan kecil. Jika baru pertama kali bernegosiasi, lebih gampang berlatih dengan tagihan telepon USD 60 ketimbang tagihan medis USD 2.000.
Lalu, siapkan bukti:
Bandingkan tarif pesaing, catat lama langganan Anda, atau temukan masalah layanan yang bisa jadi alasan diskon.
Saat menelepon, tunjukkan kepercayaan diri.
Bersikaplah sopan, ramah, bahkan selipkan obrolan ringan agar suasana lebih cair.
Jika harga tetap tidak bisa digoyang, minta bicara dengan supervisor atau tim retensi. Mereka biasanya punya wewenang lebih untuk memberi potongan.
Tetap sopan tapi tegas. Kalau masih buntu, coba lagi lain waktu—perwakilan berbeda bisa memberi hasil berbeda.