Liputan6.com, Jakarta Timnas Indonesia akan menantang Chinese Taipei dalam laga uji coba internasional FIFA Matchday. Pertemuan ini menjadi kesempatan bagi skuad Garuda untuk melanjutkan tren positif atas lawannya, mengingat Indonesia punya catatan pertemuan yang cukup dominan.
Sejak pertama kali berjumpa pada 1971, Indonesia sudah tujuh kali menghadapi Chinese Taipei. Dari total duel tersebut, Garuda berhasil mengantongi enam kemenangan dan hanya sekali menelan kekalahan.
Advertisement
Catatan ini menunjukkan dominasi Indonesia yang begitu kuat setiap kali bersua dengan tim asal Asia Timur itu.
Meski unggul jauh dalam rekor head to head, pelatih Patrick Kluivert meminta anak asuhnya untuk tidak jemawa. Menurutnya, setiap pertandingan membawa tantangan berbeda, dan Chinese Taipei tetap bisa menghadirkan kesulitan jika tidak dihadapi dengan fokus penuh.
Rekor Pertemuan Timnas Indonesia vs Chinese Taipei
Merujuk pada data 11v11, Indonesia unggul telak dalam sejarah pertemuan dengan Chinese Taipei
Dari tujuh laga yang dimainkan, enam di antaranya berakhir dengan kemenangan Garuda, sedangkan satu laga lain menjadi milik Chinese Taipei. Kekalahan itu terjadi pada 1981 ketika Indonesia takluk 0-2 di laga tandang.
Rangkaian kemenangan Indonesia tercatat mulai dari 1971 hingga duel terakhir di Kualifikasi Piala Asia 2023 pada Oktober 2021 lalu.
Kala itu, Indonesia sukses menang dua kali beruntun, dengan skor 2-1 di leg pertama dan 3-0 di leg kedua. Catatan positif ini menegaskan bahwa Chinese Taipei kerap kesulitan menandingi permainan Indonesia.
Head to Head Timnas Indonesia vs Chinese Taipei
- 11 Oktober 2021 – Chinese Taipei vs Indonesia: 0-3
- 07 Oktober 2021 – Indonesia vs Chinese Taipei: 2-1
- 24 November 2010 – Indonesia vs Chinese Taipei: 2-0
- 28 Juni 1981 – Chinese Taipei vs Indonesia: 2-0
- 15 Juni 1981 – Indonesia vs Chinese Taipei: 1-0
- 09 November 1974 – Indonesia vs Chinese Taipei: 2-0
- 18 Agustus 1971 – Indonesia vs Chinese Taipei: 1-0
Fokus Indonesia Menatap Laga
Patrick Kluivert menegaskan bahwa fokus utama Indonesia bukanlah pada lawan, melainkan pada permainan tim sendiri. Ia ingin para pemain tetap disiplin menjalankan strategi yang sudah disiapkan.
"Entah itu Kuwait, Chinese Taipei, atau negara lain, yang paling penting adalah apa yang kami lakukan. Sekali lagi, kami sudah siap. Itu hal yang terpenting," kata Kluivert.
"Jadi saya senang Taipei menerima tawaran kami. Namun sekali lagi, fokusnya tetap pada tim sendiri. Kami akan berusaha menekan lawan, dan Anda akan lihat itu besok," sambung pelatih asal Belanda tersebut.