Liputan6.com, Jakarta - Banyak orang mengira pembunuh berantai identik dengan orang sakit jiwa atau cenderung bodoh. Faktanya, sebagian dari mereka justru punya kecerdasan di atas rata-rata, bahkan masuk kategori jenius.
Riset menunjukkan rata-rata IQ pembunuh berantai berada di angka 94,7, tak jauh dari rata-rata manusia biasa. Namun, sejumlah nama justru mencatat skor 130 ke atas.
Advertisement
Berikut daftar 9 pembunuh berantai dengan IQ paling tinggi dalam sejarah, dikutip dari Telegrafi, Jumat (5/9/2025):
Otak Cemerlang tapi Sadis
John Christie
Lahir di Yorkshire, Inggris, John Christie membunuh setidaknya delapan perempuan, termasuk istrinya sendiri. Ia mencekik korban atau meracuni dengan gas beracun, lalu menyimpan jasad mereka di apartemennya di Notting Hill. Christie dikenal cerdas, punya IQ 128, bahkan sempat mendapat beasiswa dari militer Inggris.
Edmund Kemper
Dikenal dengan julukan Co-Ed Killer, Edmund Kemper pertama kali dipenjara karena membunuh kakek-neneknya saat remaja. Setelah bebas, ia membantai enam mahasiswi, lalu membunuh ibunya sendiri. Dengan IQ 136, Kemper lihai menipu dokter agar bisa keluar dari rumah sakit jiwa.
Kristen Gilbert
Perawat di Massachusetts ini diduga membunuh hingga 40 pasien dengan menyuntikkan epinefrin yang memicu serangan jantung. Meski akhirnya hanya terbukti empat korban, kecerdasan Gilbert tak diragukan. Ia dikenal sebagai murid berprestasi yang lulus lebih cepat dari teman-temannya.
George Russell Jr
Dijuluki East Coast Killer, Russell punya pesona menawan sekaligus kecerdasan tinggi. Ia membunuh tiga perempuan dengan cara brutal dan meninggalkan jasad mereka dalam kondisi mengenaskan. Meski putus sekolah, Russell pernah dianggap murid berbakat dan sempat bekerja di kepolisian.
Jenius dengan IQ Luar Biasa
Andrew Cunanan
Nama Cunanan mendunia setelah membunuh desainer ternama Gianni Versace pada 1997. Diburu FBI, ia diketahui punya IQ 147, memori fotografis, dan menguasai tujuh bahasa. Di balik pesonanya, ia membunuh lima orang dalam pelarian singkat yang menggegerkan Amerika.
Carol Edward Cole
Cole tumbuh dengan trauma dari ibu yang kasar, lalu menyalurkan kebencian itu dengan mencekik puluhan perempuan. Total korban diperkirakan 35 orang. Saat remaja, tes IQ menunjukkan angkanya 152, level jenius. Namun, kecerdasannya tenggelam oleh gangguan mental dan kecanduan.
Sharin Williams
Bersama suaminya, Williams ikut serta dalam penculikan dan pemerkosaan sepuluh korban, termasuk anak berusia 13 tahun. Meski terlibat dalam kejahatan keji, ia memiliki IQ 160, jago memainkan biola, ahli fotografi, bahkan disebut punya bakat luar biasa.
Rodney Alcala
Dikenal sebagai Dating Game Killer, Alcala sempat tampil di acara kencan televisi AS pada 1978. Ia diperkirakan membunuh hingga 100 orang, meski hanya terbukti delapan korban. Alcala memiliki IQ 160, fasih dalam seni, musik, hingga fotografi.
Ted Kaczynski (Unabomber)
Kaczynski mungkin yang paling jenius di daftar ini. Dengan IQ 167, ia masuk Harvard di usia 16 tahun, meraih doktor matematika, lalu jadi profesor di Berkeley. Namun, kecerdasannya berujung suram. Selama dua dekade, ia mengirim bom lewat pos, menewaskan tiga orang dan melukai 23 lainnya. Dunia mengingatnya sebagai Unabomber.
Daftar ini menunjukkan bahwa kecerdasan luar biasa bukan jaminan seseorang hidup benar. Dari Christie hingga Kaczynski, mereka membuktikan bahwa otak brilian tanpa empati justru bisa membawa kehancuran besar.
Pada akhirnya, jenius sejati bukan hanya soal IQ tinggi, melainkan bagaimana kecerdasan itu digunakan untuk kebaikan, bukan keburukan.