The Voice of Hind Rajab Dapat Reaksi Dahsyat di Festival Film Venesia, Termasuk Standing Ovation 22 Menit

Usai pemutaran film The Voice of Hind Rajab, hadirin terlihat menangis, dan pekikan Free Palestine bergema.

oleh Ratnaning AsihDiterbitkan 06 September 2025, 15:00 WIB
The Voice of Hind Rajab. (Situs Festival Film Venesia - www.labiennale.org)

Liputan6.com, Jakarta Film The Voice of Hind Rajab yang disutradarai oleh Kaouther Ben Hania mendapat perhatian luas di publik dalam penayangan perdananya di Festival Film Venesia, pada Rabu (3/9/2025) waktu setempat. Dilansir dari Variety, suasana terasa begitu emosional usai penayangan film yang diangkat dari kisah nyata, seorang gadis cilik Palestina yang dibunuh Israel. 

Dalam pantauan media ini, hampir tak ada mata yang kering, sebagian besar penonton menangis usai menyaksikan The Voice of Hind Rajab.

Tak hanya itu, film ini menerima standing ovation meriah selama 22 menit, durasi terpanjang dalam Festival Film Venesia tahun ini. Bahkan saat tepuk tangan sampai ke menit ke-20, pihak gedung meredupkan lampu--diduga upaya untuk membubarkan hadirin dalam gedung bioskop. Namun hal ini tak mempan, tepuk tangan terus berlanjut.

Suasana makin menggugah saat penonton mengibarkan beberapa bendera Palestina, dan teriakan "Free Palestine" menggema di sela-sela tepuk tangan. Aktor Motaz Malhees juga sempat berlari ke arah penonton, kemudian mengambil bendera Palestina, yang ia lambaikan diiringi sorak sorai.


Kehadiran Produser Eksekutif

Joaquin Phoenix di karpet merah pemutaran The Voice of Hind Rajab di Festival Film Venesia 2025. (Stefano RELLANDINI / AFP)

Joaquin Phoenix dan Rooney Mara, produser eksekutif film tersebut, turut hadir dan memegang foto mendiang Hind Rajab. Sebagai penegasan sikap, bintang Joker tersebut juga mengenakan pin Artists for Ceasefire, gerakan di antara para pesohor Hollywood, yang mendorong gencatan senjata dalam konflik Israel dan Palestina. 

Mata keduanya tampak berkaca-kaca, saat bertepuk tangan bersama penonton lainnya diiringi teriakan “Bebaskan Palestina!”

Selain kedua nama ini, Brad Pitt, sineas Alfonso Cuarón,  serta sutradara The Zone of Interest Jonathan Glazer juga bergabung dalam film yang disutradarai sineas Tunisia Kaouther Ben Hania ini sebagai produser eksekutif. 


Kisah Hind Rajab

Hind Rajab sedang meninggalkan kota dengan mobil bersama bibinya, pamannya dan tiga sepupunya pada saat itu (Keluarga Rajab).

The Voice of Hind Rajab, ditulis dan disutradarai Ben Hania, berdasarkan kejadian nyata yang terjadi dalam genosida yang dilakukan Israel di Gaza, Palestina.

Hind Rajab satu dari puluhan ribu korban anak-anak di Gaza, yang tewas diberondong peluru IDF, dan kematiannya menimbulkan kemarahan warga dunia.

Insiden berdarah yang menewaskan Hind Rajab terjadi pada Januari 2024, saat bocah enam tahun ini sedang berkendara bersama keempat sepupunya, bibi, dan pamannya. Ia kemudian diserang militer Israel saat mereka mencoba melarikan diri dari Kota Gaza.

Lanjut Baca:

Film karya Ben Hania ini didasarkan pada rekaman suara antara Hind Rajab dan para relawan Bulan Sabit Merah yang berusaha menjaganya tetap bisa berkomunikasi dengan mereka, dan melakukan segala cara untuk mendapatkan ambulans.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya