Jika Menemukan Sarang Ular di Rumah, Jangan Panik! Ini Langkah yang Mesti Diambil

Pernahkah Anda menemukan sarang ular di rumah? Jika ia, maka lakukan sejumlah hal ini untuk kebaikan diri sendiri dan keluarga.

oleh Teddy Tri Setio BertyDiterbitkan 05 September 2025, 20:30 WIB
Ilustrasi ular piton. (Unsplash)

Liputan6.com, Jakarta - Tanpa kita sadari, ada banyak hewan yang keluar dari hibernasi setelah berbulan-bulan bersembunyi. Akibatnya, Anda mungkin lebih sering melihat satwa liar berkeliaran di sekitar halaman rumah -- termasuk ular.

Salah satu tanda keberadaan ular di pekarangan adalah munculnya lubang di tanah yang dikenal sebagai lubang ular, dikutip dari laman Mentalfloss, Jumat (5/9/2025).

Bagi sebagian orang, ini bisa dianggap pertanda baik karena ular membantu mengendalikan populasi tikus dan serangga. Namun, tentu saja tidak semua orang nyaman berbagi halaman dengan reptil melata ini.

Apa Sarang Lubang Ular?

Meski disebut “lubang ular”, sebenarnya ular tidak mampu menggali lubangnya sendiri. Mereka biasanya memanfaatkan liang bekas hewan lain, seperti tupai, tikus, kura-kura, atau hewan pengerat kecil. Lubang yang dipilih biasanya berdiameter antara 0,5 hingga 3 inci -- cukup besar untuk tubuh ular.

Ular mencari tempat ini sebagai perlindungan dari terik matahari, hujan, maupun suhu ekstrem. Halaman rumah sering jadi pilihan karena menyediakan makanan (tikus, katak, burung, serangga) sekaligus sumber air. Area yang lembap, tumpukan kayu, kompos, atau bahkan kolam burung bisa menjadi daya tarik tambahan bagi ular untuk tinggal.

Cara Mengenali Lubang Ular

  • Lubang di tanah belum tentu menandakan adanya ular. Untuk memastikannya, perhatikan tanda-tanda lain di sekitarnya:
  • Kulit ular yang terlepas di dekat lubang.
  • Jejak atau kotoran ular, biasanya berwarna cokelat tua atau hitam, berbentuk lonjong dengan lapisan putih di salah satu ujungnya.
  • Apa pun yang terjadi, jangan mencoba mengintip ke dalam lubang. Anda tidak pernah tahu makhluk apa yang bisa muncul tiba-tiba.

 

Apakah Berbahaya?

Ilustrasi ular sanca/credit: pexels.com/Diego

Sebagian besar ular yang mungkin Anda temui di pekarangan adalah ular garter atau ular tikus, yang tidak berbisa. Namun, di beberapa daerah terdapat spesies berbahaya seperti ular derik, kepala tembaga, atau mulut kapas. Jika mencurigai keberadaan ular berbisa, sebaiknya jangan bertindak sendiri dan segera hubungi ahli satwa liar atau jasa pengendalian hama.

Cara Mengatasi Lubang Ular

Jika Anda tidak ingin membiarkan lubang tetap terbuka, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan:

  • Tutup lubang dengan tanah, batu, atau kawat kasa.
  • Gunakan sarung tangan dan pakaian pelindung saat bekerja di sekitar area tersebut.
  • Rapikan pekarangan dengan memangkas rumput secara rutin dan membersihkan tumpukan kayu, daun, atau kompos.
  • Hindari dekorasi taman yang bisa menarik ular, seperti batang kayu berlubang atau kolam burung.
  • Atur drainase yang baik agar halaman tidak terlalu lembap.

Perawatan rutin halaman bisa menjadi cara paling efektif untuk mencegah ular menjadikan pekarangan rumah Anda sebagai tempat tinggal. Dengan begitu, musim semi bisa dinikmati tanpa rasa khawatir akan “tamu tak diundang” ini.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya