Liputan6.com, Jakarta Perselingkuhan di kantor ternyata bukan hanya adegan drama atau gosip belaka. Sebuah survei internasional terbaru mengungkap fakta mengejutkan soal lokasi dalam hubungan terlarang di tempat kerja.
Penelitian yang dilakukan oleh retailer lingerie dan erotica asal Inggris, Ann Summers, menemukan bahwa pesta kantor akhir tahun kerap menjadi ajang “nakal” para pegawai.
Advertisement
Sebanyak 39 persen responden mengaku pernah berhubungan intim dengan rekan kerja dalam acara tersebut, sementara 54 persen lainnya mengaku pernah berciuman dengan kolega.
Dilansir dari Glamour, angka ini menjadi perhatian karena sekitar separuh orang dewasa di Inggris diketahui sudah menikah atau memiliki pasangan. Dengan kata lain, banyak kasus perselingkuhan kantor terjadi tanpa sepengetahuan pasangan masing-masing.
Temuan ini juga mengungkap bahwa kasus perselingkuhan tidak hanya bergantung pada suasana pesta, tetapi juga terkait budaya kerja di perusahaan. Lingkungan kerja yang penuh tekanan, jam kerja panjang, dan kedekatan antarpegawai berpotensi memperbesar risiko terjadinya hubungan di luar batas profesional.
Tempat-Tempat Favorit ‘Bermain Nakal’ di Kantor
Survei ini bahkan memetakan lokasi favorit para responden. Area parkir dan garasi kantor menjadi tempat paling populer untuk melakukan hubungan terlarang. Ruang rapat yang biasanya digunakan untuk membahas strategi bisnis ternyata juga kerap dijadikan tempat untuk pertemuan rahasia.
Tidak hanya itu, lemari penyimpanan atau storage room dan kamar mandi pun masuk daftar. Ini membuktikan bahwa ruang sempit tidak menghalangi aksi berisiko ini.
Yang lebih mengejutkan, sebanyak 16 persen responden mengaku pernah berhubungan intim di ruang kerja atasan mereka. Lokasi ini dinilai paling ekstrem karena risiko ketahuan sangat tinggi dan bisa berdampak langsung pada karier.
Budaya Kantor
Fenomena perselingkuhan kantor tidak terlepas dari budaya perusahaan. Pesta akhir tahun yang identik dengan suasana santai dan alkohol sering kali membuat batas profesional terabaikan.
Selain itu, tekanan pekerjaan dan kedekatan emosional antarpegawai turut menciptakan peluang untuk hubungan terlarang.
Walau survei ini dilakukan di Inggris, tren serupa bisa saja terjadi di negara lain, termasuk Indonesia mengingat tradisi pesta perusahaan dan jam kerja yang panjang sudah menjadi bagian dari banyak budaya kerja global.
Temuan ini menjadi pengingat bahwa menjaga profesionalitas di tempat kerja bukan hanya soal etika, tetapi juga menjaga reputasi dan hubungan pribadi di luar kantor.