Menteri Peru Sebut Penembakan Staf KBRI Lima Diduga Pembunuhan Terencana

Zetro Leonardo Purba ditembak sebanyak tiga kali. Pelakunya dua orang yang mengendarai sepeda motor.

oleh Khairisa FeridaDiperbarui 03 September 2025, 15:22 WIB
Ucapan duka cita Kementerian Luar Negeri RI atas meninggalnya Zetro Leonardo Purba. (Dok. Tangkapan layar Instagram @kemlu_ri)

Liputan6.com, Lima - Pemerintah Peru mengatakan bahwa penembakan fatal terhadap seorang staf Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Lima pada Senin (1/9/2025) malam kemungkinan besar merupakan sebuah pembunuhan terencana.

Zetro Leonardo Purba (40), seorang Penata Kanselerai KBRI Lima, ditembak mati di luar apartemennya di Distrik Lince, Lima, ketika sedang mengayuh sepeda pulang dari kantor pada Senin malam.

Rekaman kamera keamanan seperti dilansir The Guardian memperlihatkan si pelaku menembak korban dari jarak sangat dekat. Saat korban jatuh ke tanah, pelaku kembali menembak langsung ke kepalanya, lalu kabur dengan menumpang sepeda motor yang sudah menunggu.

Kejahatan ini tengah diselidiki oleh kantor kejaksaan umum bersama unit pembunuhan kepolisian. Polisi menyebut, mereka sedang meneliti rekaman yang memperlihatkan sebuah sepeda motor beserta para tersangka yang berulang kali mondar-mandir di sekitar tempat tinggal Zetro. Dari rekaman itu terlihat mereka seolah menunggu korban, baik pada hari kejadian maupun beberapa hari sebelumnya.

Pembunuhan Terencana

Pembunuhan ini mengejutkan sekaligus memicu kemarahan warga Peru. Selama ini, meskipun kasus pemerasan dan pembunuhan bayaran terus meningkat, jarang sekali orang asing menjadi target. Data dari catatan kematian publik Peru (Sinadef) menunjukkan, sepanjang 2025 sudah tercatat lebih dari 1.500 kasus pembunuhan — naik lebih dari 20 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Menteri Dalam Negeri Peru Carlos Malaver menggambarkan insiden ini sebagai pembunuhan terencana.

"Tidak ada yang dicuri darinya, mereka memang menunggunya dan peluru menghantam kepalanya … Kami tidak menyingkirkan kemungkinan apa pun," katanya pada Selasa saat berbicara di hadapan kongres Peru mengenai meningkatnya angka kriminalitas.

"Ada tindakan kriminal yang tidak selalu bisa dicegah."

Menlu RI-Peru Jalin Komunikasi

Kementerian Luar Negeri Peru menyampaikan belasungkawa mendalam dan kecaman atas tindakan keji ini. Pernyataan yang sama menambahkan bahwa Menteri Luar Negeri Peru Elmer Schialer pada Senin malam telah mendatangi rumah sakit tempat Zetro meninggal dunia dan menawarkan untuk melipatgandakan perlindungan polisi bagi staf di Kedutaan Besar Republik Indonesia.

Menteri Luar Negeri Republik Indonesia (Menlu RI) Sugiono mengonfirmasi di Jakarta bahwa Zetro adalah seorang petugas tata usaha di kedutaan di Lima dan telah bekerja di Peru selama lima bulan. Dia menggambarkan korban sebagai seorang pegawai yang sangat berdedikasi. Zetro meninggalkan seorang istri dan tiga anak kecil.

"Saya menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya," kata Sugiono, seraya menambahkan bahwa dirinya telah berkomunikasi dengan Schialer dan telah meminta agar penyelidikan dilakukan secara menyeluruh, transparan, dan cepat, serta memastikan perlindungan sebaik mungkin bagi personel diplomatik dan warga negara Indonesia di Peru.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya