Liputan6.com, Jakarta Grimsby Town tengah menjadi sorotan setelah kemenangan dramatis mereka atas Manchester United di Carabao Cup diwarnai masalah administratif. Klub League Two itu dinyatakan bersalah memainkan pemain yang tidak memenuhi syarat dalam laga putaran kedua.
Keputusan sanksi dijatuhkan langsung oleh English Football League (EFL), lembaga yang mengawasi kompetisi tersebut. Grimsby dikenai denda 20.000 pounds (sekitar 438,8 juta rupiah), dengan separuhnya ditangguhkan hingga akhir musim.
Advertisement
Meski begitu, pihak klub menegaskan tidak ada unsur kesengajaan dalam pelanggaran ini. Mereka bahkan secara terbuka melaporkan kesalahan tersebut setelah menyadarinya sehari pasca pertandingan.
Grimsby Town Didenda EFL
EFL mengonfirmasi Grimsby melanggar aturan setelah keterlambatan pendaftaran Clarke Oduor. Dokumen pemain tersebut diajukan satu menit lewat dari batas waktu pukul 12 siang sehari sebelum pertandingan.
Walaupun pendaftaran itu disetujui, aturan EFL menyatakan Oduor tidak sah dimainkan. Namun, sang gelandang tetap tampil sebagai pemain pengganti pada menit ke-73 di Blundell Park.
Dalam laga tersebut, Oduor justru menjadi satu-satunya pemain Grimsby yang gagal mengeksekusi penalti dalam adu tos-tosan 12-11 setelah skor imbang 2-2 di waktu normal.
Pernyataan EFL dan Klub
EFL dalam pernyataannya menegaskan bahwa hukuman denda mengikuti preseden yang pernah diberlakukan di kasus serupa. Mereka juga mencatat pelanggaran Grimsby tidak bersifat disengaja.
Dewan EFL menyebut klub telah mengambil langkah-langkah agar kesalahan administratif itu tidak terulang. Hal ini dinilai sebagai bentuk tanggung jawab penuh dari pihak Grimsby.
Grimsby sendiri menjelaskan masalah ini terjadi akibat “gangguan komputer” yang dialami saat proses pendaftaran. Klub menerima denda tersebut dan menekankan pentingnya kepatuhan pada regulasi kompetisi.
Kasus Serupa di Kompetisi Inggris
Insiden Grimsby bukan yang pertama di sepak bola Inggris. Pada 2019, Liverpool juga pernah didenda 200.000 pounds karena memainkan Pedro Chirivella tanpa izin internasional saat menghadapi MK Dons.
Kasus lain juga menimpa Accrington Stanley pada 2016 dan Sunderland pada 2013, yang sama-sama dijatuhi denda setelah memainkan pemain tak sah di Carabao Cup.
Bahkan di ajang berbeda, FA Cup, hukuman lebih tegas dijatuhkan. Bulan ini Guernsey FC dikeluarkan dari kompetisi setelah memainkan pemain tidak sah, mengikuti jejak Barnsley yang mengalami nasib serupa pada 2023.