Liputan6.com, Bali - Admin akun Instagram Gejayan Memanggil atas nama Syahdan Husein, dikabarkan ditangkap pihak kepolisian di Bali pada Selasa (2/9/2025).
Informasi penangkapan ini pertama kali beredar melalui media sosial dan dibenarkan oleh Lembaga Bantuan Hukum (LBH) dan Polda Bali.
Advertisement
Meski begitu, perwakilan YBHI-LBH Bali, Rezky Pertiwi, mengatakan pihaknya belum memperoleh informasi lengkap terkait penangkapan admin medsos tersebut.
"Tidak banyak dapat informasi soal Syahdan, jadi sebaiknya sih dikonfirmasi ke kawan-kawan di Jakarta," ujarnya.
Menurut Tiwi, pihaknya juga tidak mendapatkan akses dari Polda Bali untuk memastikan keberadaan Syahdan.
"Di Polda Bali juga tidak memberikan akses untuk masuk, mengecek, tapi menurut mereka tidak ada yang atas nama Syahdan Husein," katanya.
Tiwi menjelaskan, Syahdan diketahui mengelola akun Instagram @gejayanmemanggil namun tidak berdomisili tetap di Bali.
Pada kesempatan berbeda, Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol Ariasandy mengungkapan bahwa tidak ada nama Syahdan Husein dalam daftar penangkapan.
"Tidak ada," jawabnya singkat.
Sementara itu, pihak kepolisian baru saja mengumumkan enam orang yang ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan penghasutan hingga memantik terjadinya kerusuhan di DPR/MPR, dan memastikan ada nama Syahdan Husein yang merupakan admin akun Instagram @gejayanmemanggil.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi menjelaskan, mereka disangkakan menghasut, merekrut pelajar, sampai menyebar ajakan rusuh via media sosial.
"Tim Satgas Penegakan Hukum Aksi Anarkis saat ini sedang menangani perkara, ada enam tersangka yang sudah kami tetapkan dan saat ini sedang dilakukan atau dalam tahap pemeriksaan sebagai tersangka, pemeriksaan tersangka masih berlangsung," kata Ade Ary dalam keterangannya pers, Selasa (2/9/2025).
6 Orang Ditetapkan sebagai Tersangka
Dia menjelaskan, enam orang tersangka punya peran masing-masing. Pertama, Delpedro Marhaen selaku Direktur Lokataru. Ade Ary menyebut, dia sebagai admin akun instagram @lokataru_foundation. Kedua, Mujaffar Salim (MS), selaku staf Lokataru, admin akun instagram @blokpolitikpelajar. Ketiga, Syahdan Husein (SH), admin akun instagram @gejayanmemanggil. Keempat, KA, admin akun instagram @AliansiMahasiswaPenggugat. Polisi menuding mereka berempat berkolaborasi dengan akun lain menyebar ajakan aksi, khususnya ke kalangan pelajar sehingga berujung ricuh.
Sementara, FL, admin akun TikTok @fighaaaaa. Polisi menyebutnya menyiarkan live ajakan ke pelajar pada 25 Agustus. Sedangkan, RAP, admin akun IG @RAP. Ia malah bikin tutorial bom Molotov dan mengkoordinir kurir di lapangan.
Kerusuhan sendiri meletus pada 25 dan 28 Agustus. Massa, yang di antaranya pelajar, terprovokasi datang ke DPR. Mereka melempar batu, membakar motor, halte busway, merusak gedung, bahkan ada aksi penjarahan di sejumlah titik Jakarta.
"Beberapa akun di media sosial yang menyiarkan ajakan aksi anarkis dan ada yang melakukan live melalui akun media sosial dengan inisial T sehingga memancing masyarakat khususnya pelajar dan atau anak-anak sekolah untuk datang ke gedung DPR-MPR RI sehingga beberapa diantaranya melakukan pidana," tandas dia.