Real Madrid, Xabi Alonso, dan Dilema Trent Alexander-Arnold di Bernabeu

Trent Alexander-Arnold jalani awal penuh gejolak di Real Madrid: dari starter, digeser Carvajal, hingga dicoret Thomas Tuchel dari Timnas Inggris.

oleh Richard Andreas LuturmasDiperbarui 02 September 2025, 12:46 WIB
Trent Alexander-Arnold #12 dari Real Madrid C.F. menyaksikan pertandingan perempat final Piala Dunia Antarklub 2025 antara Real Madrid CF dan Borussia Dortmund di Stadion MetLife pada 5 Juli 2025 di East Rutherford, New Jersey. (Luke Hales/Getty Images via AFP)

Liputan6.com, Jakarta Trent Alexander-Arnold tengah menjalani fase paling pelik dalam kariernya. Setelah 21 tahun bersama Liverpool, ia mengambil langkah berani menuju Real Madrid.

Madrid bahkan membayar 10 juta euro lebih awal untuk mengamankannya, meski bisa mendapatkannya gratis. Harapannya, bek kanan Inggris itu langsung memberi dampak di Piala Dunia Antarklub.

Namun, setelah sempat jadi starter, posisinya mulai goyah. Carvajal yang baru pulih cedera kembali merebut sorotan, sementara Alexander-Arnold juga kehilangan tempat di skuad Inggris asuhan Thomas Tuchel.

Kini muncul pertanyaan besar: Bagaimana sebenarnya performa Alexander-Arnold di awal petualangannya di Santiago Bernabeu?


Performa Alexander-Arnold di Real Madrid

Bek Real Madrid asal Inggris #12, Trent Alexander-Arnold, menendang bola selama pertandingan sepak bola Grup H Piala Dunia Antarklub 2025 antara FC Salzburg dari Austria dan Real Madrid dari Spanyol di Stadion Lincoln Financial Field di Philadelphia pada tanggal 26 Juni 2025. (CHARLY TRIBALLEAU/AFP)

Alexander-Arnold langsung mendapat kepercayaan Xabi Alonso di Piala Dunia Antarklub. Ia turun sebagai starter dalam lima laga awal, bahkan menyumbang assist krusial melawan Juventus dan Borussia Dortmund.

Meski begitu, cedera otot kecil di semifinal melawan PSG membuatnya harus absen. Momentum ini justru dimanfaatkan Dani Carvajal yang baru pulih dari cedera panjang.

Di La Liga, Alexander-Arnold tampil sebagai starter saat melawan Osasuna. Namun performanya dianggap belum meyakinkan. Ia digantikan Carvajal di menit ke-68, dan sejak itu menit bermainnya semakin terbatas.

Situasi ini makin berat karena Madrid adalah klub dengan ekspektasi sangat tinggi. Adaptasi lambat langsung jadi bahan perbincangan, meski pihak klub meminta kesabaran.


Tantangan Bersaing dengan Dani Carvajal

Sesi latihan Los Blancos tersebut berlangsung di training ground Valdebebas, Madrid, Spanyol, Senin (18/08/2025) waktu setempat. Skuad asuhan Xabi Alonso rencananya akan melakoni pertandingan Liga Spanyol musim ini melawan Osasuna pada Rabu (20/08) waktu setempat. (AFP/Javier Soriano)

Persaingan di pos bek kanan Real Madrid kini makin ketat. Carvajal, meski berusia 33 tahun dan baru pulih dari cedera, tetap jadi figur penting.

Alonso belum memberi kepastian siapa yang akan jadi pilihan utama. Ia menegaskan rotasi akan jadi strategi musim ini, termasuk di sektor bek kanan.

Meski begitu, duel Alexander-Arnold vs Carvajal tak bisa dihindari. Carvajal membawa pengalaman dan loyalitas panjang di Madrid, sementara Arnold datang dengan reputasi salah satu bek kanan terbaik dunia.

Dua sumber di Valdebebas menilai adaptasi Arnold berjalan baik. Namun ritme dan intensitas latihannya masih butuh waktu untuk mencapai standar penuh Madrid.


Potensi Main di Posisi Gelandang?

Arda Guler dari Real Madrid (kanan) merayakan bersama Franco Mastantuono dan Trent Alexander-Arnold setelah mencetak gol yang kemudian dianulir dalam laga La Liga antara Real Madrid dan Mallorca di Madrid, Sabtu, 30 Agustus 2025. (AP Photo/Manu Fernandez)

Di Liverpool maupun Timnas Inggris, Alexander-Arnold kerap dimainkan lebih ke dalam, bahkan sempat berperan sebagai gelandang. Lantas, apakah opsi itu terbuka di Madrid?

Lanjut Baca:

Menurut sumber klub, hal ini tidak dibahas saat proses transfer. Madrid mendatangkannya murni untuk memperkuat posisi bek kanan. Xabi Alonso pun belum pernah mencoba menempatkannya di lini tengah, baik di pra-musim maupun pertandingan resmi. Namun ia sempat menyebut bahwa kualitas teknik Arnold bisa memberi variasi jika dibutuhkan. Artinya, peluang itu memang ada, tapi bukan prioritas. Madrid ingin ia fokus membuktikan diri sebagai bek kanan terlebih dahulu.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya