Liputan6.com, Jakarta - Matcha dikenal sebagai minuman yang menyehatkan, karena kaya antioksidan dan sering dikaitkan dengan manfaat untuk menurunkan berat badan, meningkatkan energi, dan menjaga kesehatan rambut maupun kulit. Namun, sebuah cerita yang dibagikan di Instagram oleh Michelle Ranavat, seorang konten kreator kecantikan, pada 7 Juli 2025 membuat banyak orang terkejut.
Dalam unggahannya, Ranavat mengungkapkan bahwa ia mulai mengalami kerontokan rambut setelah mengganti kopi dengan matcha setiap hari. Mengutip Hindustan Times, Senin, 1 September 2025, ia berkata, "Rambutku mulai rontok karena aku terlalu banyak minum matcha. Alasannya soal penyerapan zat besi!"
Advertisement
"Aku sama sekali tidak tahu kalau matcha bisa menghambat penyerapan zat besi di tubuh. Zat besi yang rendah bisa menyebabkan rambut rontok," sambungnya.
Pengakuan itu menimbulkan banyak pertanyaan di kalangan pengikutnya. Matcha yang selama ini dianggap sebagai minuman sehat tiba-tiba disebut sebagai penyebab rambut menipis. Lalu, apakah benar matcha bisa memicu kerontokan rambut atau justru ada faktor lain yang lebih dominan?
Pengalaman Rambut Rontok
Dalam ceritanya, Ranavat menjelaskan bahwa perubahan kondisi rambutnya mulai terasa beberapa waktu terakhir. Ia mengaku melihat rambutnya semakin tipis dan akhirnya memutuskan untuk melakukan pemeriksaan medis.
Dari hasil laboratorium, ia mengetahui bahwa kadar zat besinya menurun. Ranavat bercerita, "Aku perhatikan rambutku makin menipis bulan lalu, lalu hasil tes laboratorium menunjukkan kadar zat besiku rendah. Satu-satunya perubahan yang aku lakukan hanya mengganti kopi jadi matcha sepenuhnya."
Pengakuan ini membuatnya sadar bahwa kebiasaan minum matcha bisa saja berpengaruh terhadap kondisi tubuh. Untuk menghindari masalah yang sama, Ranavat menyarankan agar orang memperhatikan waktu mengonsumsi matcha.
Dalam tulisannya, ia menyebut, "Cara terbaik menghindari ini adalah jangan minum matcha 1--2 jam sebelum dan sesudah makan." Dengan cara itu, tubuh bisa tetap menyerap zat besi dari makanan tanpa terganggu oleh tanin dalam matcha. Ia bahkan mengaku mulai mempertimbangkan untuk kembali minum kopi, karena khawatir rambut rontoknya semakin parah.
Penjelasan Ahli Gizi
Pernyataan Ranavat kemudian ditanggapi seorang ahli gizi, Jessica Shand, dalam wawancara dengan Refinery29 pada 22 Agustus 2025. Menurut Shand, matcha tidak secara langsung menyebabkan rambut rontok, tetapi faktor jumlah konsumsi, waktu minum, serta kondisi tubuh masing-masing orang bisa berpengaruh.
Dalam keterangannya, Shand menekankan, "Sebenarnya hal ini bisa dipengaruhi cara dan waktu kamu meminumnya, juga pola makan secara keseluruhan, kadar zat besi dalam tubuh, serta seberapa banyak matcha yang kamu konsumsi."
Ia menegaskan bahwa kandungan tanin dalam matcha memang bisa memengaruhi penyerapan zat besi. "Matcha mengandung tanin, yaitu senyawa alami yang bisa menghambat penyerapan zat besi non-heme (zat besi dari makanan nabati), terutama jika dikonsumsi dalam jumlah banyak atau terlalu dekat dengan waktu makan," ujarnya.
Terdapat Faktor Lain
Artinya, bukan matcha itu sendiri yang merusak rambut, melainkan kebiasaan minumnya yang tidak tepat. Konsumsi dua hingga tiga cangkir sehari sebenarnya masih tergolong aman, asalkan tidak dilakukan berdekatan dengan waktu makan utama.
Selain soal matcha, Shand menegaskan bahwa rambut rontok biasanya melibatkan banyak faktor yang saling terkait. "Kalau kamu sudah kekurangan zat besi, ini bisa jadi masalah yang tidak terasa, terutama bagi perempuan usia reproduktif. Dalam jangka waktu lama, kebiasaan minum matcha terlalu sering atau di waktu yang tidak tepat bisa membuat kadar zat besi tidak optimal, dan hal itu benar-benar bisa memengaruhi kesehatan rambut," ujarnya.
Ia juga menyebut bahwa kerontokan rambut tidak hanya disebabkan oleh zat besi yang rendah. Kekurangan nutrisi lain, seperti protein, vitamin B, zinc, dan vitamin D, juga bisa berdampak serupa.